Breaking News:

Saudi Larang Masuk Warga Indonesia dan 19 Negara Lain, Untuk Tekan Laju Pertumbuhan Covid-19

Kebijakan baru itu dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi dalam rangka menekan laju pertumbuhan Covid-19 di negaranya

Saudi Larang Masuk Warga Indonesia dan 19 Negara Lain, Untuk Tekan Laju Pertumbuhan Covid-19
IST
ENDANG JUMALI, Konsul Haji KJRI Jeddah

JAKARTA - Warga Negara Indonesia (WNI) dan warga 19 negara lainnya dilarang untuk mengunjungi Arab Saudi. Kebijakan baru itu dikeluarkan Pemerintah Arab Saudi dalam rangka menekan laju pertumbuhan Covid-19 di negaranya. Bahkan, larangan perjalanan juga mencakup untuk wisatawan yang transit melalui 20 negara yang masuk list larangan tersebut dalam 14 hari sebelum penerapan larangan.

Ke 20 negara yang dilarang masuk sementara oleh Arab Saudi seperti dikutip dari IB Times, Rabu (3/2/2021), adalah Indonesia, Uni Emirat Arab (UEA), Argentina, Jerman, Amerika Serikat (AS), Britania (Inggris), Afrika Selatan, Prancis, India, Pakistan, Mesir, Lebanon, Irlandia, Italia, Brazil, Portugal, Turki, Swedia, Swiss, dan Jepang.

Untuk diketahui, larangan untuk warga 20 negara berkunjung ke Arab Saudi ini hanya bersifat sementara. Namun, kapan penangguhan tersebut akan dicabut masih belum dijelaskan oleh kementerian terkait.

Kebijakan penangguhan masuknya warga dari 20 negara tersebut dikeluarkan pada hari yang sama saat Kerajaan Arab Saudi mencatat empat kematian baru akibat Covid-19 pada Selasa (2/2/2021). Kejadian ini menjadikan total korban meninggal dunia di Arab Saudi akibat terinfeksi Corona menjadi 6.366 orang.

Dalam 24 jam sebelumnya, Kementerian Kesehatan setempat mengonfirmasi 310 kasus baru virus Corona. Sehingga, total kasus menjadi 367.276 dengan 2.146 masih aktif dan 375 dalam kondisi kritis.

Sebagai informasi, penangguhan ini dilakukan Arab Saudi pada Selasa (2/2/2021), dilansir dari Reuters, Rabu (3/2/2021). Larangan masuk sementara itu berlaku mulai 3 Februari 2021 pukul 21.00 waktu setempat. Namun, kebijakan itu dikecualikan untuk diplomat, warga negara Arab Saudi, praktisi medis, dan keluarga mereka.

Saudi Press Agency seperti diberitakan Geo TV, Rabu (3/2/2021), melaporkan, larangan serupa ternyata juga pernah diterapkan pada Desember 2020 lalu atau setelah varian baru virus Corona diidentifikasi muncul di Inggris.

Masih dari Saudi Press Agency, pada saat itu dijelaskam bahwa mereka yang kembali ke Kerajaan dari salah satu negara Eropa atau negara mana pun di mana strain baru muncul setelah 8 Desember, mereka diarahkan untuk isolasi di rumah selama dua minggu dan menjalani tes Covoid-19 selama masa isolasi dan setiap lima hari.

Sedangkan untuk warga negaranya, Arab Saudi memberlakukan larangan perjalanan hingga 17 Mei mendatang. Larangan itu sempat dicabut oleh pemerintah negara itu pada 31 Januari 2021. Tapi, karena ada penundaan pengiriman vaksin oleh Pfizer maka hal tersebut dibatalkan. Penundaan pengiriman vaksin itu tidak hanya bagi Arab Saudi, tapi bagi pemesan dari seluruh dunia.

"Kerajaan ingin memastikan bahwa mayoritas masyarakat diimunisasi terhadap virus Corona sebelum mencabut larangan dan membuka kembali perbatasan," ujar Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi seperti dikutip Al Arabiya. Karena munculnya varian baru virus Corona, awal bulan ini pihak Kerajaan sudah memperingatkan warganya supaya untuk sementara waktu tidak bepergian ke 12 negara.

Halaman
12
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved