Video
VIDEO - Kudeta Militer di Myanmar, Terungkap Dokumen Polisi, Pemimpin yang Ditahan Terlibat Pidana
Suu Kyi menghadapi hukuman tiga tahun penjara atas dakwaan melanggar UU ekspor-impor karena memiliki 20 walkie-talkie yang diimpor secara ilegal.
Penulis: Yuhendra Saputra | Editor: Mursal Ismail
Suu Kyi menghadapi hukuman tiga tahun penjara atas dakwaan melanggar UU ekspor-impor karena memiliki 20 walkie-talkie yang diimpor secara ilegal.
SERAMBINEWS.COM, YANGON - Dokumen polisi yang bocor terungkap bahwa para pemimpin senior pemerintah Myanmar yang ditahan dalam kudeta militer menghadapi tuduhan pidana.
Hal ini terungkap pada Hari Rabu (3/2/2021).
Penasihat Negara Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint termasuk di antara mereka yang ditahan setelah kudeta militer di Myanmar pada Senin (1/2/2021).
Suu Kyi dan Myint berada dalam tahanan rumah di ibukota pemerintahan, Naypyitaw, menghilang dari sorotan publik.
Beberapa tahanan lain, yang dibebaskan atau dijadikan tahanan rumah diberikan akses komunikasi.
Dokumen polisi yang bocor telah viral di media sosial menyatakan Suu Kyi dan Myint telah ditahan selama 14 hari oleh pengadilan distrik di Kotapraja Zabuthiri, Naypyitaw via telekonferens.
Disebutkan, Suu Kyi menghadapi hukuman tiga tahun penjara atas dakwaan melanggar UU ekspor-impor negara itu.
Pasalnya, ia memiliki 20 walkie-talkie yang diimpor secara ilegal yang disita dari kediamannya saat penggerebekan Senin dini hari.
Sementara Presiden Myint menghadapi hukuman penjara tiga tahun karena menurut UU manajemen bencana melanggar pembatasan Covid-19 selama kampanye pilpres pada 20 September 2020 di Naypyitaw.
Aung Kyi Nyunt, anggota komite eksekutif pusat dari partai yang berkuasa Liga Nasional untuk Demokrasi (NLD) mengonfirmasi perihal itu, namun partainya belum menerima pemberitahuan secara resmi.
Anadolu Agency tidak dapat memverifikasi keaslian dokumen tersebut karena belum mendapat respon dari kepolisian.
Dewan Administrasi Nasional, rezim baru yang dipimpin oleh pemimpin kudeta sekaligus panglima militer, Min Aung Hlaing belum membuat pernyataan tentang hal tersebut. (*)
Sumber: Anadolu Agency
• VIDEO - Situasi Naypyidaw Sehari Pascakudeta di Myanmar, Jalan Strategis Masih Diblokir