Wanita 48 Tahun Tewas Dihantam Tabung Gas, 3 Orang Kabur setelah Cekcok, Suami Syok dan Ungkap Ini

Seorang wanita 48 tahun diduga jadi korban pembunuhan. Wanita tersebut ditemukan tewas dihantam tabung gas.

Editor: Faisal Zamzami
BPBD Denpasar
Petugas ambulans BPBD Denpasar mengevakuasi jenazah SW (49), di kawasan Jalan By Pass Ngurah Rai, Betngandang, Sanur Kauh, Denpasar Selatan, Denpasar, Bali pada Selasa 2 Februari 2021. 

Saksi langsung memanggil manggil korban, namun tidak ada jawaban dari korban.

Nur kemudian menghampiri kamar korban dan terlihat saat itu pintu kamar korban sudah terbuka.

"Saksi kemudian menghubungi pemilik kos untuk mengecek kondisi korban didalam kamarnya. Saat dicek, ternyata korban sudah terlentang di lantai kamar dengan kondisi kepala berdarah," terang Sukadi.

Saat ini Polsek Denpasar Selatan dan Polresta Denpasar melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mencari pelaku dan motif pembunuhan ini.

Polisi masih mengumpulkan alat bukti dan keterangan saksi.

Suami Syok

Sementara suami korban, Suwarno (53), mengaku syok saat mengetahui istrinya meninggal dengan kondisi mengenaskan.

Ditemui di RUSP Sanglah, kemarin, Suwarno menyatakan tidak mengetahui kejadian itu secara langsung. Saat peristiwa tragis itu terjadi, ia tengah keliling berjualan nasi jinggo.

"Saya baru tahu kejadiannya pukul 21.00 Wita (Selasa malam, red). Saya dikasih tahu oleh tuan rumah lalu saya kelokasi kejadian, kok sudah ada garis polisi," ungkapnya.

Suwarno berujar terakhir kali bertemu dengan istrinya pada Selasa sore sekitar pukul 15.00 Wita. "Dia (korban, red) kan berjualan kripik, saya bantu jual daganganya, saat itu tidak ada pesan apa-apa," terang dia.

Suwarno dan istri diketahui sudah pisah ranjang selama tiga tahun.

"Tapi saya masih komunikasi dan membantu dia membuat kripik," ungkap dia.

Dari hasil pernikahannya, mereka dikaruniai dua orang anak. Yang pertama bernama Yudi (27) dan seorang anak yang masihkecil.

"Dia (korban) tinggal sendiri disini, sedangkan saya kos di Sanur, sama anak yang paling besar. Satu masih kecil di Banyuwangi sama orangtua," ujarnya didampingi anak pertamanya.

Pria yang berasal dari Banyuwangi, Jawa Timur, itu menyebut dirinya dan anak pertamanya sering ketempat kontrakan korban yang telah dihuni selama dua tahun.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved