Berita Aceh Malaysia
Pahang Ditutup, Misi Penghantaran Bantuan dari Warga Aceh Ditunda, Ini Penjelasan Datuk Mansyur
Kebijakan penutupan perbatasan Pahang ini dilakukan menyusul terjadinya peningkatan kasus infeksi Covid-19 di wilayah tersebut.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM – Warga Aceh di Malaysia harus mengurungkan niat untuk membantu korban banjir di Pahang Malaysia.
Pasalnya, Kerajaan Negeri Pahang hari ini mengeluarkan maklumat yang mengejutkan yaitu menutup seluruh pintu masuk dan keluar ke Pahang.
Kebijakan penutupan perbatasan Pahang ini dilakukan menyusul terjadinya peningkatan kasus infeksi Covid-19 di wilayah tersebut.
Kabar tersebut disampaikan anggota Komunitas Aceh di Malaysia, Jafar Insya Reubee, kepada Serambinews.com, Jumat (5/2/2021) malam, mengutip keterangan dari Presiden Permebam, Datuk Mansyur Usman, dan Ketua SUBA, Bukhari Bin Ibrahim.
Seperti diketahui, Pahang adalah salah satu wilayah yang dilanda banjir cukup parah pada awal Januari 2021 lalu.
Sedianya, perwakilan warga Aceh yang tergabung dalam Persatuan Melayu Berketurunan Acheh Malaysia (Permebam), Sabtu (6/2/2021) akan bertolak ke Pahang untuk mengantarkan bantuan kepada korban banjir, di Jerantut dan Maran.
“Atas kerja keras dan keikhlasan para pedagang runcit dan saudagar keturunan Aceh, kita telah mengumpulkan 15 ton barang bantuan untuk dihantar kepada mangsa banjir di Pahang,” kata Presiden Permebam, Datuk Mansyur Bin Usman, melalui pesan WhatsApp kepada Serambinews.com, Jumat (5/2/2021) malam.
Datuk Mansyur menyebutkan, barang-barang bantuan yang akan dibawa ke Pahang berupa sembako, selimut, pembalut wanita dan anak, peti frozen, katil untuk pesantren, selimut, mukena, sajadah, serta baju kanak-kanak dan dewasa.
“Total anggaran yang dihimpun sekitar 150 ribu Ringgit, lebih kurang Rp 500 juta, seluruhnya dari penyumbang kedai-kedai Aceh dan saudagar keturunan Aceh,” kata Datuk Mansyur.
Ia menyebutkan, ini adalah gelombang kedua bantuan yang akan disampaikan kepada para korban banjir di Pahang.
Sebelumnya, beberapa hari lalu, Permebam bekerja sama dengan Yayasan Pencegahan Jenayah Malaysia telah menyalurkan bantuan untuk korban banjir di Maran Pahang.
“Bantuan gelombang pertama yang dibawa dengan jumlah barang sekitar 4,5 ton diangkut dengan 36 hilux. Dengan anggaran sekitar 60 ribu ringgit (kurang lebih Rp 200 juta),” sebut Datuk Mansyur.
• VIDEO - Pria Asal Aceh ini Disebut Mirip Shah Rukh Khan, Viral sampai ke Malaysia
• Empat Hari, Warga Aceh di Malaysia Kumpulkan 60.000 Ringgit, Ini Daftar Kebutuhan Korban Banjir
Sudah Siap Diberangkatkan
Pagi tadi, puluhan sukarelawan kedai runcit dan saudagar Aceh berkumpul di Meunasah Aceh di Rantau Panjang Klang, untuk mempersiapkan pemberangkatan bantuan ke Pahang.
Dalam siaran langsung yang di Facebook Serambinews.com, Jafar Insya Reubee melaporkan, barang-barang bantuan untuk korban banjir, rencananya akan diberangkatkan ke Pahang oleh Angkatan Pertahanan Awam Malaysia (APM) pada Sabtu (6/2/2021) sore.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/datuk-mansyur-di-meunasah-aceh-klang.jpg)