Berita Malaysia
Empat Hari, Warga Aceh di Malaysia Kumpulkan 60.000 Ringgit, Ini Daftar Kebutuhan Korban Banjir
Pengutipan sumbangan dari pedagang, saudagar, dan warga keturunan Aceh di Malaysia, masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM, KUALA LUMPUR – Memasuki hari keempat, warga Aceh di Malaysia sudah mengumpulkan uang senilai 60.000 ringgit Malaysia dan 5000 sak beras.
Pengutipan sumbangan dari pedagang, saudagar, dan warga keturunan Aceh di Malaysia, masih akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan.
Demikian disampaikan President Komunity Melayu Acheh Malaysia (KMAM) Datuk Mansyur Usman dan komunitas Aceh di Malaysia, Jafar Insya Reubee, kepada Serambinews.com, Ahad (10/1/2021) malam.
Jafar Insya mengatakan, siang tadi dirinya bersama Datuk Mansyur dan Azhar Har, berdiskusi dengan Siti Noraishah Tan Sri SM Salim, tokoh perempuan Malaysia keturunan Aceh yang kini menjabat President Angkatan Sukarelawan Asas Sejahtera (ASAS).
Jafar Insya mengatakan, dalam diskusi tersebut, Siti Noraishah, perempuan berdarah Samalanga, Bireuen, memberikan banyak saran terkait barang-barang kebutuhan yang sangat mendesak bagi korban banjir.
“Hasil diskusi dengan Puan Siti Noraishah Tan Sri SM Salem, asal Aceh Samalanga, barang yang sangat mendesak dapur gas dan tong gas, biskut, megi cup, selimut toto, serta pencuci lantai untuk boleh masuk semula ke dalam rumah. Barang-barang sembako lainnya juga boleh,” tulis Datuk Mansyur dalam pesan WhatsApp yang kemudian disebarkan ke grup Relawan Komunity Acheh Malaysia dan Grup SUBA.
Berdasarkan pendataan relawan ASAS di lapangan, barang-barang yang paling dibutuhkan oleh korban banjir adalah, waterjet (mesin pompa air), penyapu, cangkul, penyodok, pengais, plastik sampah, baldi.
“Ini semua sangat dibutuhkan untuk kerja-kerja pembersihan,” kata Datuk Mansyur mengutip keterangan Puan Siti Noraishah.
Kebutuhan lain yang juga tak kalah penting adalah, tikar, kain batik, kain pelikat, sajadah, telekung (mukena), t.shirt lelaki (kaos), baju perempuan, baju kanak-kanak, tudung (jilbab), popok, pad wanita, pakaian dalam wanita dan lelaki, toto, selimut, bantal, dan tuala mandi (handuk).
“Barang-barang itu yang paling disarankan untuk dibawa kepada korban banjir. Kalau beras dan sembako kabarnya lumayan banyak. Tapi kalau memang mau membantu barang-barang sembako lainnya juga boleh,” kata Datuk Mansyur.
Baca juga: Banjir Malaysia Semakin Parah, Siti Nurhaliza Sedih Melihat Sekolahnya Terendam Hingga Seatap
Baca juga: Warga Malaysia Bantu Korban Banjir di Aceh, Disalurkan Melalui Jaringan KMAM
Laporan Empat Hari Kutipan
Sementara itu, Ketua SUBA (Sosialisasi Umah Ban Sigoem Aceh) Bukhari Ibrahim melaporkan, selama 4 hari pengutipan sumbangan telah terkumpul 5000 sak beras dan uang cash sekitar 60.000 Ringgit Malaysia.
Bantuan itu dikumpulkan dari 20 wilayah yang terdapat komunitas Aceh, terutama pedagang kedai runcit Aceh dan saudagar keturunan Aceh.
Ke-20 wilayah yang berada di Lembah Klang dimaksud adalah, Sungai Buloh, Kajang, Cheras, Semenyih, Selayang, Rawang, Gombak, Banteng, Jenjarom, Klang, Sungai Udang, Pondok Indah, Telok Gong, Shah Alam, Puchong, K Baru, Keramat, Kepong, Sepang, Dengkil, Meru, Petaling Jaya/Datuk Harun, Kampung Baru dan Chow Kit.
“Insya Allah bantuan ini akan meningkat lagi sampai tanggal 14 Januari ini,” kata Bukhari Ibrahim.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/komunitas-aceh-di-malaysia-bantu-korban-banjir.jpg)