Minggu, 31 Mei 2026

Berita Nagan Raya

DPRA Minta Tuntaskan Bangunan SD Terbengkalai di Nagan Raya, Disnakermobduk Aceh Gelar Pertemuan Ini

Anggota DPRA, Fuadri mendorong adanya penuntasan gedung Sekolah Dasar (SD) dan perpustakaan masyarakat di kompleks transmigrasi lokal (translok)...

Tayang:
Penulis: Rizwan | Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Proyek bangunan SD di lokasi transmigrasi Ujong Lamie, Darul Makmur, Nagan Raya terbengkalai, pekan lalu. 

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE -  Anggota DPRA, Fuadri mendorong adanya penuntasan gedung Sekolah Dasar (SD) dan perpustakaan masyarakat di kompleks transmigrasi lokal (translok) di Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya.

Bangunan yang dibangun tahun 2018 tersebut sebelumnya diungkapkan anggota DPRK Nagan Raya yang terbengkalai dilaporkan dibangun dengan dana bersumber APBA.

Anggota DPRA, Fuadri mengatakan itu kepada Serambinews.com, Sabtu (6/2/2021).

"Yang telantar harus diselesaikan sehingga bisa dimanfaatkan,” kata Fuadri, anggota dewan dari daerah pemilihan Nagan Raya tersebut.

Menurut Fuadri, terhadap laporan adanya gedung sekolah terbengkalai di lokasi transmigrasi pihaknya langsung menyampaikan kepada pihak terkait di Pemerintah Aceh.

Bagus Kahfi Sorot Fasilitas Sepak Bola Indonesia, Mulai Kualitas Lapangan Hingga Gym

China Sukses Uji Pencegat Rudal Berbasis Darat, Tembus Luar Atmosfer

Bahkan dari laporan bahwa Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk (Dismobduk) Aceh telah duduk dengan Bappeda Aceh membahas soal transmigrasi  di Ujong Lamie, Nagan Raya pada Jumat (5/2/2021).

Terkait persoalan itu, kata Fuadri, Pemerintah Aceh dari Disnakermobduk dan Dinas Pendidikan dan Pemkab Nagan Raya dari Dinas Transmigrasi dan Dinas Pendidikan perlu duduk bersama.

Sehingga persoalan gedung sekolah dasar yang dibangun di lokasi tranmigrasi dapat dimanfaatkan serta yang terbengkalai dituntaskan sehingga dapat difungsikan sebagai tempat belajar.

Alihkan aset

Sementara itu, laporan pertemuan Disnakermobduk Aceh dan Bappeda Aceh dikutip dari anggota DPRA, Fuadri melahirkan sejumlah poin.

Pertemuan digelar pada Jumat (5/2/2/2021) setelah kasus sekolah dasar terbengkalai diberitakan Serambinews.com, edisi Kamis (4/2/2021)  lalu.

Rapat Disnakermobduk Aceh fungsionalisasi SD Ujong Lamie di kawasan Transmigrasi Nagan Rayadi Ruang Bidang P2ESDA Bappeda Aceh dipimpin Kepala Bidang P2ESDA melahirkan kesimpulan bahwa sekolah dasar di Ujung lamie dibangun 2 sumber anggaran yaitu dana Otsus pada Disnakermobduk Aceh dan dana Otsus kabupaten.

Sekolah yang dibangun Disnakermobduk telah berfungsi sebagai ruang kelas balajar mengajar dengan fasilitas yang lengkap.

Sedangkan sekolah yang terbengkalai saat ini adalah sumber anggaran otsus kabupaten.  

Tenaga pengajar di sekolah tersebut dibayar terbatas Rp 500.000 melalui anggaran Disnakermobduk Aceh.

Permasalahan utama pada sekolah tersebut adalah pengalihan aset dari Pemerintah Provinsi kepada Pemkab Nagan Raya belum selesai dan penyerahaan aset saat ini sedang dalam proses adaministrasi.

“Tindaklanjut mempercepat proses pengalihan aset dari Pemerintah Provinsi kepada Pemkab. Bila penyerahan aset telah dilakukan, Pemkab dapat menganggarkan biaya honor tenaga pengajar melalui anggaran Pemkab Nagan Raya,” tulis poin pertemuan tersebut.

Terkait pertemuan itu, Anggota DPRA, Fuadri menyatakan, dengan ada pertemuan itu maka terhadap pengalihan asset harus segera dilakukan oleh Pemerintah Aceh ke Pemkab Nagan Raya serta memastikan aktivitas belajar di SD harus terlaksana normal.

Sedangkan gedung sekolah telantar harus dirampungkan.

“Kalau yang telantar itu harus diselesaikan oleh Pemkab dari sumber data otsus,” kata Fuadri.

Seperti  diberitakan, DPRK Nagan Raya menyoroti proyek gedung sekolah dasar (SD) dan pustaka masyarakat di lokasi transmigrasi lokal di Desa Ujong Lamie, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya.

Pasalnya, gedung sekolah dibangun Pemerintah Aceh melalui dana APBA tahun 2018 silam kini sudah lama terbengkalai dan belum dituntaskan.

Hal itu dikatakan anggota DPRK Nagan Raya, Raja Sayang dari fraksi Partai Golkar-SIRA.

Sampai berakhirnya tahun anggaran pelaksanaan banyak item yang tidak selesai pengerjaannya.

Menurutnya, item tidak selesai atau masih terbengkalai adalah tidak adanya lantai sehingga belum dapat difungsikan.

Padahal anggaran dikuncurkan melalui dana APBA 2018 silam cukup besar hingga Rp 1,2 miliar.(*)

Sederet Fakta Pernikahan Ikke Nurjanah & Karlie Fu: Beda Usia 16 Tahun, Bertemu di Komunitas Sepeda

Angkat Tema Ekonomi Syariah, Mahasiswa S2 UNIKI Bireuen dan UIN Sumut Ikuti Webinar

Banjir Semarang, Jadwal Perjalanan Kereta Api Terganggu, Foto dan Video Beredar di Medsos

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved