Breaking News:

Militer Myanmar Kudeta Pemerintahan Aung San Suu Kyi, China Rugi Besar

Kudeta militer Myanmar terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi turut berdampak terhadap China.

STR/AFP
Tentara berjaga di jalan yang diblokade menuju parlemen Myanmar di Naypyidaw, Senin 1 Februari 2021, setelah militer menahan pemimpin de facto negara itu Aung San Suu Kyi dan presiden negara itu dalam sebuah kudeta. 

SERAMBINEWS.COM - Kudeta militer Myanmar terhadap pemerintahan Aung San Suu Kyi turut berdampak terhadap China.

Beberapa perjanjian Myanmar dengan China terkena imbasnya, dan kini terancam kandas, seperti diberitakan Intisari, Jumat (5/2/2021).

Banyak pejabat tinggi dari banyak kementerian yang ditunjuk oleh pemerintah pemimpin Aun San Suu Kyi, yang terkena dampak.

Kementerian keuangan, kerja sama internasional, hubungan ekonomi, urusan internal dan diplomasi terkena dampaknya, diberitakan 24h dari SCMP.

Menurut Yin Yihang, seorang peneliti urusan Myanmar di Taihe Institute China, beberapa pejabat yang dipecat terlibat dalam negosiasi dengan investor China.

Hal ini jelas merugikan investor China.

Tulisan Siswi SD Tahun 1969 Tentang Masa Depan Ditemukan, Prediksinya Sangat Akurat

Muslim Rohingya Makin Ketakutan,  Khawatir Pembantaian oleh Militer Terulang

"Banyak pejabat yang dipecat telah atau terlibat dalam kerja sama ekonomi dengan Beijing," kata Yin

"Itu berarti bahwa beberapa kesepakatan ekonomi mungkin harus dirundingkan ulang dan ini membuat investor China putus asa," kata Yin.

Salah satu proyek bersama terbesar antara Myanmar dan China adalah rel kereta api.

()Aung San Suu Kyi bersama jenderal senior Min Aung Hlaing yang mengkudetanya pada hari Senin. (EPA VIA AL JAZEERA)

Menghubungkan Mandalay kota terbesar kedua di Myanmar dengan Kyaukpyu sebuah kota pesisir di Myanmar, tempat stasiun terminal pipa minyak dan gas.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Sumber: TribunnewsWiki
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved