Breaking News:

Cegah Covid 19

Mulai Selasa, Pemerintah Batasi Kegiatan Masyarakat Skala Mikro

Dengan PPKM skala mikro, pemerintah akan membentuk posko hingga tingkat desa untuk mendampingi puskesmas dalam menangani kasus Covid-19.

(Sumber: TribunSolo.com / Adi Surya Samodra)
Pemberlakuan PPKM - Suasana sepi pusat kuliner Galabo saat penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk cegah Covid-19 di Kota Solo, Senin (11/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah akan memberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) skala mikro mulai Selasa, 9 Februari 2021 sebagai langkah menekan penularan Covid-19.

Ketua Bidang Penanganan Kesehatan Satgas Covid-19 Nasional Alexander Kaliaga Ginting mengatakan PPKM mikro merupakan keputusan Presiden Joko Widodo.

Dengan PPKM skala mikro, pemerintah akan membentuk posko hingga tingkat desa untuk mendampingi puskesmas dalam menangani kasus Covid-19.

"Berdasarkan keputusan dari presiden kita, mulai tanggal 9 Februari ini akan dilaksanakan PPKM skala mikro. Artinya harus ada posko di desa yang mendampingi puskesmas, mendampingi tim pelacak,” kata Alex melalui siaran virtual BNPB, Jumat.

Dia melanjutkan, dengan pendekatan ini setiap pasien Covid-19 harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.

“Tapi kalau harus dikurung berarti harus dikasih makan, harus diawasi, maka di sini persoalannya,” ujar dia.

Menurut Alex, PPKM skala mikro bertujuan untuk mempercepat penanganan Covid-19 di hulu sehingga dapat mengurangi beban rumah sakit dan fasilitas kesehatan.

PPKM telah berjalan sejak 11 Januari 2021 di daerah dengan risiko tinggi di Jawa dan Bali sebagai respons menghadapi lonjakan kasus akibat libur panjang akhir tahun.

Namun pelaksanaan PPKM belum cukup efektif menekan kasus penularan.

Kementerian Kesehatan juga telah meminta masyarakat merayakan Imlek dengan tetap di rumah pada Jumat, 12 Februari 2021.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan libur panjang telah beberapa kali terbukti memicu lonjakan kasus dan paling banyak terjadi pada klaster keluarga.

Oleh sebab itu, dia meminta masyarakat mematuhi imbauan pemerintah untuk tidak bepergian dan berkerumun saat libur Imlek nanti.

"Pemerintah meminta masyarakat agar menyambut dan merayakan Imlek pada 12 Februari 2021 dengan cara-cara yang lebih sederhana dan cara daring. Cara ini tentunya tidak akan mengurangi perayaan Imlek itu," kata Nadia.

Indonesia sejauh ini telah melaporkan 1.134.854 kasus, dengan 31.202 pasien meninggal dan 176 ribu kasus aktif.(AnadoluAgency)

Ini Sanksi Jika Berulangkali Warga Ditemukan tak Mematuhi Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 di Indonesia Tembus Satu Juta Kasus, Hari Ini Bertambah 12.156

Mike Tyson Menganggap, Floyd Mayweather Adalah Petinju Mata Duitan

Tragis! Wanita Muda Ini Tewas Usai Tangannya Digigit Anjing Peliharaan Sendiri

ICC Ambil Keputusan Soal Kejahatan Israel Terhadap Palestina

Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved