Breaking News:

Tolak Ikuti Protokol Kesehatan, Ketua Parlemen Iran Batalkan Pertemuan dengan Presiden Rusia

etua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, memutuskan membatalkan jadwal pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin

Penulis: Zainal Arifin M Nur | Editor: Amirullah
( Ali Balıkçı - Anadolu Agency )
Ketua Parlemen Iran Ali Larijani. ( Ali Balıkçı - Anadolu Agency ) 

SERAMBINEWS.COM, TEHRAN - Ketua parlemen Iran Mohammad Baqer Qalibaf, memutuskan membatalkan jadwal pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, dalam kunjungan ke Moskow, tiga hari mendatang.

Dikutip Serambinews.com dari Kantor Berita Turki Anadolu Agency, Anggota parlemen senior Iran Mojtaba Tavangar mengatakan, pertemuan itu ditunda setelah Mohammad Baqer Qalibaf menolak untuk menerima protokol kesehatan yang harus diikuti selama pertemuan dengan pemimpin Rusia.

Memimpin delegasi tingkat tinggi, Qalibaf diharapkan menyampaikan pesan dari Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei kepada Putin, yang isinya belum diungkapkan.

Dia sekarang akan menyampaikan pesan tersebut kepada pemimpin Rusia melalui utusan khususnya, kata anggota parlemen itu pada Sabtu (6/2/2021).

VIDEO Tukang Bangunan Jago Dance, Belajar dari Melihat Video di Youtube

VIDEO PNS yang Viral Berdandan Mirip Boneka Barbie, Cantik Asli Bukan Operasi Plastik

Putin, menurut laporan, tetap terkurung dalam gelembung bebas virus dengan sangat sedikit orang yang diizinkan untuk melakukan interaksi tatap muka dengannya, yang juga mengharuskan mereka dikarantina.

Pertemuan Qalibaf dengan pejabat tinggi Rusia, termasuk Putin dan Ketua Duma Negara Volodin Viacheslav, sebelumnya dikonfirmasi oleh Tavangar, yang juga mengepalai komisi ekonomi di parlemen Iran.

Tavangar mengatakan agenda utama kunjungan tiga hari Qalibaf ke Moskow, mulai Minggu, akan meningkatkan kerja sama ekonomi Teheran-Moskow, termasuk ekspor minyak ke Rusia dan sekutu regional lainnya.

Dia juga mengatakan bahwa pembicara akan membawa pesan kepada Putin dari Pemimpin Tertinggi Iran, yang menurut sumber mungkin tentang perubahan dinamika regional setelah perubahan kepemimpinan di AS.

Kunjungan Qalibaf ke Moskow dilakukan di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut atas nasib kesepakatan nuklir Iran 2015, dengan baik Teheran maupun pemerintah AS yang baru tidak mau mengambil langkah pertama.

Jika AS Menolak Bertindak, Israel SiapHancurkan Iran dengan Bom Nuklir Sendirian

Korea Utara Ternyata Gemar Culik Warga dari Negara Lain, Termasuk Nelayan hingga Pelajar, untuk Apa?

Teheran telah mengesampingkan negosiasi ulang pada kesepakatan itu, meminta Washington untuk kembali ke komitmennya di bawah pakta, yang secara resmi dikenal sebagai Rencana Aktoin Komprehensif Bersama (JCPOA), sementara Washington ingin Teheran kembali ke kepatuhan penuh terlebih dahulu.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved