Kamis, 14 Mei 2026

Kadisdik Sebut Kepsek Buat Buku Kerja Asal Jadi

Sebanyak 816 kepala sekolah (Kepsek) sudah menyampaikan presentasi Buku Kerja Kepsek di hadapan Sekda Aceh dr Taqwallah MKes

Tayang:
Editor: hasyim
SERAMBINEWS.COM/HERIANTO
Sekda Aceh, dr Taqwallah MKes, memberi pengarahan dalam acara presentasi buku kerja Kepala SMA, SMK, SLB dan pengawas sekolah 2021, di ruang kerja Sekda Aceh, Banda Aceh, Kamis (4/2/2021). 

BANDA ACEH - Sebanyak 816 kepala sekolah (Kepsek) sudah menyampaikan presentasi Buku Kerja Kepsek di hadapan Sekda Aceh dr Taqwallah MKes dan Pengurus Majelis Pendidikan Aceh (MPA) sejak Kamis hingga Minggu (4-7/2/2021). Sayangnya, sebagian Kepsek membuat Buku Kerja itu asal jadi.

"Salah satu contoh kasusnya,  ada sekolah SMA di Meulaboh, pada tahun 2020 lalu siswanya yang bisa menembus PTN hanya sebanyak 4 orang. Tahun 2021 ini, ditargetkan mencapai 18 orang. Inilah yang kami maksud belum rasional dan buku kerjanya dibuat asal jadi oleh Kepsek dan perlu diperbaiki kembali, " kata Kepala Dinas Pendidikan Aceh Drs Alhudri MM, dalam pengarahannya pada acara presentasi Kepsek SMA, SMK dan SLB, Kabupaten Aceh Barat, di ruang Sekda Aceh, Minggu (7/2/2021) siang.

Contoh kasus di atas tadi, kata Alhudri, terjadi juga di sejumlah SMA, SMK, dan SLB di 23 daerah. Target prestasi yang dibuat dalam Buku Kerja Kepsek itu harus yang rasional dan proporsional, sesuai kemampuan yang bisa dicapai.

"Untuk apa dibuat targetnya tinggi, tapi capaiannya rendah. Lebih bagus dibuat sedang, tapi bisa dicapai. Kalau melampaui alhamdulillah," tutur Al Hudri.

Acara presentasi Buku Kerja Kepsek tahun ke II yang dilakukan tahun ini, kata Al Hudri, merupakan lanjutan dari Buku Kerja Kepsek dan Pengawas Sekolah pertama yang telah dilakukan pada tahun lalu.

Presentasi Buku Kerja tahun 2021 yang disampaikan Kepsek nilainya baru 30 persen. Nilai lainnya adalah hasil peninjauan lapangan. Selain itu juga hasil kerja pengawas, kepsek, wali kelas dan gurunya terkait siswa SMA, SMK dan SLB kelas III, yang bisa masuk PTN.

Dikatakan, setiap orang ada kelebihan dan kekurangannya. Ada yang jago buat buku kerja, tapi implementasinya jauh dari yang ditargetkan. Sementara ada Kepsek yang buku kerjanya sedang-sedang aja, tapi pada waktu implentasinya target yang dibuat tercapai, bahkan ada yang melampaui target.

“Kepada kepala sekolah yang kami peringatkan untuk kembali memperbaiki buku kerja tahun 2021 sebelum pulang ke daerah, tolong diperbaiki kembali, kemudian diantar ke Disdik Aceh, untuk dijadikan dokumen pegangan bagi Tim Penilai Buku Kerja Kepsek 2021 apakah pada akhir tahun nanti realisasi kerja sekolah tersebut sesuai dengan buku kerja yang sudah dibuat dan dipresentasikan di hadapan Sekda Aceh, “ kata Taqwallah.

Sekda Aceh juga mengatakan, pihaknya melalui Kadisdik Aceh meminta semua pengawas dan kepala sekolah untuk menyampaikan Buku Kerja tahun 2021 dengan tujuan mengevaluasi pelaksanaan program Bereh dan Bersaja Sekolah SMA, SMK dan SLB, yang sudah diterapkan pada tahun lalu.(her)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved