Berita Aceh Tamiang
Kinerja Menurun, PNS Aceh Tamiang Diharuskan 4 Kali Absen Sidik Jari Sehari, Melanggar, Ini Sanksi
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kinerja sebagian PNS yang menurun dalam setahun terakhir.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Mursal Ismail
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kinerja sebagian PNS yang menurun dalam setahun terakhir.
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG – Sekretariat Daerah Aceh Tamiang mewajibkan seluruh PNS melakukan absensi sidik jari (finger print) empat kali dalam sehari.
Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan kembali kinerja sebagian PNS yang menurun dalam setahun terakhir.
Kepala BKPSDM Aceh Tamiang, Fauziati, menjelaskan peningkatan absensi ini mulai diberlakukan pada 1 Februari dan berlaku bagi seluruh PNS non-fungsional, jasa medis dan pegawai yang berstatus tugas belajar.
Sebelumnya finger print ini hanya diberlakukan dua kali sehari, pagi dan sore.
Melalui kebijakan baru Bupati Aceh Tamiang, absensi sidik jari ditambah menjadi empat kali, masing-masing pukul 07.45-08.15 WIB, 12.00-12.15 WIB, 13.45-14.00 WIB dan 16.30-17.30 WIB.
• Jalan Amblas, Pengendara Diminta Berhati-hati Saat Melintasi Jalan Bireuen-Takengon
• VIDEO Empat Gajah Jinak Didatangkan Tangani Konflik dan Pengembangan Wisata Bener Meriah
• VIDEO Runtuhan Gletser Ciptakan ‘Tsunami Himalaya’ Terjang Uttarakhand
“PNS di luar fungsional, jasmed dan tugas belajar diwajibkan finger print empat kali sehari, sanksi bagi yang melanggar berupa pemotongan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai) tergantung menit keterlambatan,” kata Fauziati, Senin (8/2/2021).
Fauziati menjelaskan sistem finger print ini menggunakan sebuah aplikasi yang terhubung langsung dengan server di BKPSDM dan Bupati Aceh Tamiang.
Hal ini untuk memudahkan pengawasan yang bertujuan meningkatkan kinerja PNS.
“Tujuan pemberlakuan TPP itu tiga hal, peningkatan kesejahteraan, disiplin dan peningkatan kinerja PNS.
Dalam evaluasi satu tahun, ternyata tidak signifikan, makanya dibuat terobosan untuk menjaga kinerja ini,” jelasnya.
Terpisah, Bupati Aceh Tamiang Mursil menjelaskan dalam evaluasi itu masih banyak ditemukan PNS yang tidak disiplin dan tidak menunjukan kinerja baik.
Misalnya kata dia, PNS banyak yang datang pagi hanya untuk finger print, selanjutnya kembali pergi meninggalkan kantor tanpa alasan yang jelas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/fauziati.jpg)