Jumat, 10 April 2026

Seleb

Pedangdut Erie Suzan Sedih, Merinding, dan Menangis di Museum Tsunami Aceh

Pedangdut kelahiran 30 Desember 1978 itu merasa kagum sekaligus merinding dengan struktur bangunan Museum Tsunami yang terlihat begitu megah.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Safriadi Syahbuddin
Tangkapal layar kanal YouTube Erie Suzan.
Pedangdut Erie Suzan saat berkunjung ke Aceh baru-baru ini. 

SERAMBINEWS.COM - Penyanyi dangdut asal Lamongan, Jawa Timur, Erie Suzan baru-baru ini mengunjungi Kota Banda Aceh. Ia sempat menangis saat berada di Museum Tsunami.

Agenda kedatangan pelantun "Bunda Muara Kasih" ke Banda Aceh ini diketahui untuk mengisi acara di salah satu peluncuran produk lokal muslimah.

Memulai karirnya sejak duduk di bangku kelas 2 SMP, Erie Suzan mengaku baru pertama kali menginjakkan kakinya di Tanah Rencong.

Hal itu diungakapkan oleh pedangdut berusia 42 tahun itu dalam kanal YouTube-nya, Erie Suzan pada Sabtu, (6/2/2021).

Saat kunjungannya ke ujung barat Indonesia, Erie Suzan menyempatkan diri untuk menjelajahi destinasi wisata favorit di kota Serambi Mekkah.

Dalam kanal YouTube-nya, Erie Suzan terlihat mendatangi situs peninggalan Tsunami yakni Kapal PLTD Apung dan Museum Tsunami.

Teddy Tak Mau Jadi Ahli Waris, Minta Rizky Febian Siapkan Rumah dan Kebutuhan Sekolah Bintang

Setibanya di depan pintu masuk Museum Tsunami,  pedangdut kelahiran 30 Desember 1978 itu merasa kagum sekaligus merinding dengan struktur bangunan yang terlihat begitu megah.

Pedangdut Erie Suzan berpose saat mengikuti sesi foto di redaksi Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Jumat (18/9/2020).
Pedangdut Erie Suzan berpose saat mengikuti sesi foto di redaksi Tribunnews, Palmerah, Jakarta, Jumat (18/9/2020). (TRIBUN/DANY PERMANA)
Erie Suzan
Erie Suzan (Tangkapal layar kanal YouTube Erie Suzan)

Perasaan sedih dan takut yang dirasakan Erie Suzan terkenang saat ia mengingat kembali kedahsyatan bencana Tsunami pada tahun 2004 silam.

"Aku juga penasaran, kan kali pertama aku ke Aceh, jadi aku mau lihat-lihat dulu seperti apa. Merinding sih karena ingat banget dulu lagi nonton di TV kejadiannya itu dahsyat banget," ungkap Erie Suzan seperti dikutip Serambinews.com dalam kanal YouTube-nya.

Perasaan Erie Suzan semakin merinding ketika tiba di pintu lorong dengan suasana gelap disambut alunan suara ngaji serta percikan air.

Diketahui, lorong tersebut membawa Anda pada suasana Minggu pagi, 26 Desember 2004 ketika bencana tsunami terjadi.

Rizky Febian Diam-Diam Ketemu Teddy Bahas Harta Warisan Lina: Mau Berapapun yang Penting Selesai

"Aku sedih guys, merinding, keingat momennya," ungkap Erie Suzan dengan mata berbinar saat memasuki ruangan yang berisi nama-nama korban Tsunami 2004.

Air mata Erie Suzan semakin memuncak seketika saat ia keluar dari ruangan audio visual yang menceritakan kedahsyatan tsunami.

"Sedih banget tadi masuk ruang visual, lihat banjirnya luar biasa akibat tsunami itu. Jadi emang bukan cuma air, juga berisikan materi-materi berat, seng, pohon yang terapung, sak akar-akarnya, jadi itu emang bener duh jadi keingat banget gaktau mewek susah berhenti gue," ungkapnya sembari mengusap cucuran air matanya.

Tak hanya itu, kejadian Tsunami 2004 silam mengingatkan dirinya untuk semakin dekat dengan Tuhan dan terus berupaya berbuat kebaikan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved