Selasa, 12 Mei 2026

Internasional

Presiden Joe Biden Sebut Penanganan Covid-19 Selama Donald Trump Mengerikan

Presiden AS Joe Biden menyatakan selama Presiden Donald Trump penanganan virus Corona sangat mengerikan.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Presiden Joe Biden memegang masker saat berbicara tentang Covid-19, di Ruang Oval Gedung Putih, Washington, Selasa (26/1/2021). 

SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden menyatakan selama Presiden Donald Trump penanganan virus Corona sangat mengerikan.

Sehingga, Biden membulatkan penanganan pendahulunya terhadap epidemi virus Corona.

Dalam wawancara besar pertamanya sejak menjadi presiden, Biden kepada CBS, Rabu (9/2/2021) mengatakan menghadapi tantangan untuk mencapai kekebalan kawanan sebelum akhir musim panas.

Presiden AS mengatakan tingkat vaksinasi harus dipercepat untuk memenuhi target 75 persen orang Amerika mendapatkan suntikan yang ditetapkan oleh ahli penyakit menular Anthony Fauci .

Biden mengatakan pemerintahannya telah dituntun untuk percaya bahwa ada jauh lebih banyak vaksin yang tersedia daripada yang ternyata.

“Jadi itulah mengapa kami telah meningkatkan segala yang kami bisa,” tambahnya.

Iran Memulai Vaksinasi Virus Corona Terbatas, Angka Kematian Capai 59.000 Orang

Pemerintahan baru menggunakan Undang-Undang Produksi Pertahanan untuk meminta perusahaan meningkatkan produksi vaksin dan peralatan pelindung.

Selain itu, administrasi telah mencapai kesepakatan untuk semua 32 stadion NFL untuk digunakan sebagai lokasi vaksinasi.

Biden menambahkan dia ingin sekolah dibuka kembali.

Da menambahkan pemerintahannya akan merilis pedoman selama beberapa hari ke depan tentang bagaimana hal ini dapat dilakukan.

Delegasi WHO Kunjungi Wuhan, Virus Corona Tidak Bocor dari Laboratorium

“Saya pikir sudah waktunya sekolah dibuka kembali dengan aman. Aman, ”ujarnya kepada CBS.

"Anda harus memiliki lebih sedikit orang di kelas. Anda harus memiliki sistem ventilasi yang telah dikerjakan ulang," ujarnya.

Dalam wawancara yang luas, yang disiarkan menjelang Super Bowl , Biden mengatakan dia tidak percaya pendahulunya harus memiliki akses ke briefing intelijen .

Sudah menjadi kebiasaan dan praktik agar pengarahan ini tersedia jika diminta oleh mantan presiden.

Virus Corona Batalkan Liburan Akhir Musim Dingin dan Tahun Baru Imlek

Beralih ke kebijakan luar negeri, Biden mengesampingkan sanksi akhir terhadap Iran sambil terus memperkaya uranium.

Salah satu tindakan paling awal pemerintahan Trump adalah menarik diri dari kesepakatan nuklir yang dinegosiasikan oleh pemerintahan Obama.

Biden mengatakan bola berada di pengadilan Iran dan pemerintahannya ingin melihat pergerakan dari Teheran sebelum mempertimbangkan untuk mencabut sanksi.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved