Breaking News:

Berita Bireuen

Syamsuddin, Warga Uteun Gathom Peusangan Selatan Terima Kursi Roda Kiriman dari Medan

Seorang warga Desa Uteun Gathom Peusangan Selatan, Bireuen bernama Syamsuddin (54) tahun sejak dua bulan mengalami sakit yang belum jelas...

Penulis: Yusmandin Idris
Editor: Jalimin
For Serambinews.com
Syamsuddin, warga Desa Uteun Gathom, Kecamatan Peusangan Selatan, Kabupaten Bireuen dengan kursi rodanya. 

Laporan Yusmandin Idris I Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Seorang warga Desa Uteun Gathom Peusangan Selatan, Bireuen bernama Syamsuddin (54) tahun sejak dua bulan mengalami sakit yang belum jelas penyakitnya dan kemungkinan stroke.

Sejak saat itu, ia tidak bisa berjalan lagi dan terpaksa duduk saja.dan merangkak di dalam rumah saja pada ruangan 4 x 4 meter, Rabu (10/02/2021) menerima bantuan kursi roda dari hamba Allah beralamat di Medan.

Kiriman bantuan satu kursi roda setelah pembaca Serambinews.com mengetahui kondisi Syamsuddin dan berharap ada satu kursi roda untuk memudahkan bagi dirinya keluar minimal ke  halaman rumah.

Salah seorang embaca Serambinews.com yang tidak ingin namanya ditulis dan tulis saja Hamba Allah warga Aceh beralamat di Medan kepada Serambinews.com mengatakan, ia mengaku terenyuh membaca tentang Syamsuddin yang sakit, ada kemudahan sedikit kemudian ia membeli satu kursi roda dan dikirim dengan bus umum ke Bireuen.

Amir salah seorang keluarga Syamsuddin kemudian mengambil kursi roda dan mengantar ke rumahnya di Desa Uteun Gathom.

"Kursi dan bantuan uang Rp 500 ribu sudah kami antar ke rumahnya," ujar Amir.

Penerima bantuan, Syamsuddin   mengucapkan terimakasih atas kepedulian dan bantuan satu kursi roda dan uang.

"Alhamdulillah semoga pemberi bantuan serta keluarganya  mendapat rahmat dari Allah SWT dan selaku dalam keadaan sehat," ujar Syamsuddin saat menerima bantuan.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya,  Syamsuddin (54) sebelum sakit sebagai salah seorang pemanjat kelapa di desa itu.  Satu karung bekas pupuk diisi kapas seperti bantal tipis, bagian depan diikatkan dengan tali dari ban bekas sepeda.

Karung itu yang sudah seperti bantal  sebagai tempat duduknya, sedangkan tali dari ban bekas untuk digantungkan di leher, ketika ia bergerak karung pupuk juga bergerak seirama sehingga ia tetap memiliki tempat duduk untuk berputar-putar saja dalam rumah, apabila buang air kecil ia mendekat ke pintu belakang dan disitulah ia buang hajat, kemudian dibersihkan istrinya.

Syamsuddin yang ditemani istrinya  Nurmala saat bicara juga tidak jelas lagi, mengaku sejak dua bulan lalu jatuh sakit, kemudian tidak bisa berjalan lagi.  

“Dengan apa membawa ke Puskesmas, jalan saja tidak bisa, honda tidak ada, ya beginilah sehari-hari di rumah saja,” ujar istrinya bernama Nurmala.

Rumah mereka termpati ukuran kecil lantai semen dan dinding papan dengan atap seng, bagian dalam dibagi dua, satu bagian sebelah selataan  untuk dua kamar tanpa peralatan sama sekali, dan satu lagi terbuka juga tidak ada perlengkapan rumah tangga. Pada sudut dinding terdapat satu kasur untuk tempat tidur Syamsuddin.(*)

Galeri Investasi UNIKI Bireuen Gelar Pembekalan Bagi Pengurus Baru, Ini Tujuannya

IAIN Langsa dan Universitas Dharmawangsa Medan Teken MoU Bidang Tri Dharma Perguruan Tinggi

UTU Meulaboh Raih Akreditasi Baik Sekali dari BAN-PT

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved