Otomotif
Pertamina Bersama Tiga BUMN Akan Bangun Baterai Kendaraan Listrik
Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah untuk memproduksi baterai kendaraan listrik akan segera membangun pabriknya.
SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Indonesia yang memiliki sumber daya alam melimpah untuk memproduksi baterai kendaraan listrik akan segera membangun pabriknya.
Diharapkan, jika rampung nantinya, maka harga mobil listrik di dalam negeri akan semakin murah, selain ramah lingkungan.
Sebelumnya, CEO Tesla Inc, Elon Musk telah berniat membangun pabrik baterai untuk mobil listriknya.
Tetapi, pemerintah Indonesia telah melihat peluang itu untuk dimanfaatkan sebaik mungkin.
Bersama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang tergabung dalam Indonesia Battery Holding (IBH), PT Pertamina (Persero) menegaskan perannya dalam pengembangan ekosistem kendaran listrik.
Seperti diketahui, selain Pertamina, ada tiga BUMN lainnya yang tergabung dalam IBH, yakni PT PLN, PT Aneka Tambang, dan MIND ID.
Semuanya akan berkolaborasi membangun pabrik baterai serta ekosistemnya dari hulu hingga hilir.
Baca juga: Elon Musk Sangat Bergantung Nikel Indonesia, Jadi Bahan Baterai Utama Mobil Listrik Tesla
Ada tujuh tahapan penting yang akan dilalui dalam rangka pengembangan ekosistem electric vehicle (EV) battery.
Yakni mining, refining, precursor plant, cathode plant, battery cell, battery pack, dan recycling.
Nicke Widyawati, Direktur Utama Pertamina mengatakan, pihaknya akan bergerak pada empat lini tengah, yakni precursor, cathode, battery cell, dan battery pack.
Sementara pada tahap recycling, Pertamina bakal bersinergi dengan PLN, dan di hulu akan menjadi lingkup kerja Antam bersama Inalum.
"Pengembangan industri baterai yang potensi besar di Indonesia itu ada dua yakni untuk mobility, khususnya two wheels atau motor yang potensinya lebih cepat dibandingkan four wheels," ujar Nicke dalam keterangan resminya, Minggu (14/2/2021).
Baca juga: Kepincut Mobil Listrik, Tunggu Saja Sampai Akhir Tahun Ini, Pemerintah Akan Bebaskan Pajak
Sementara yang kedua adalah Energy Storage System (ESS).
Menurut Nicke, peluang pengembangan ESS ini cukup besar di Indonesia, karena terdapat potensi untuk menjaga kehandalan suplai dari PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya).
"ESS ini pasar yang besar, sehingga di masa depan, Pertamina pun akan masuk ke sana," kata Nicke.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/stasiun-listrik-pertamina.jpg)