Breaking News:

Internasional

Iran Ancam Larang Pengawas Nuklir PBB Masuk Negaranya

Pemerintah Iran berjanji mencegah tim inspeksi terhadap pembangkit nuklirnya oleh pengawas nuklir PBB mulai minggu depan.

Editor: M Nur Pakar
AFP PHOTO / HANDOUT
Foto yang dirilis pada 9 April 2019 oleh kantor kepresidenan Iran, menampilkan Presiden Iran Hassan Rouhani (kanan) saat mengunjungi fasilitas teknologi nuklir Iran di Teheran.(AFP PHOTO / HANDOUT)= 

SERAMBINEWS.COM, TEHERAN - Pemerintah Iran berjanji mencegah tim inspeksi terhadap pembangkit nuklirnya oleh pengawas nuklir PBB mulai minggu depan.

Kecuali AS kembali ke kesepakatan nuklir 2015.

Ancaman tersebut menjadi langkah terbaru dalam permainan Teheran di ambang batas atas Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA).

Dilansir AFP, Selasa (16/2/2021), kesepakatan itu untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pelonggaran sanksi ekonomi.

Mantan Presiden AS Donald Trump menarik diri dari JCPOA pada 2018.

Baca juga: Kebakaran Hebat Akibat Kapal Tanker Meledak di Perbatasan Afghanistan-Iran Berhasil Dipadamkan

Kemudian, menerapkan kembali sanksi, sejak Iran meningkatkan pelanggaran perjanjian dengan meningkatkan pengayaan uraniumnya.

Pengganti Trump Joe Biden mengatakan dia ingin kembali ke kesepakatan.

Tetapi Washington dan Teheran sama-sama bersikeras bahwa yang lain harus mengambil langkah pertama.

Dalam protokol tambahan untuk JCPOA, Iran setuju tim inspektur dari Badan Energi Atom Internasional dapat melakukan kunjungan mendadak ke fasilitas nuklirnya.

Baca juga: Iran Memulai Vaksinasi Virus Corona Terbatas, Angka Kematian Capai 59.000 Orang

Untuk memeriksa kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Saeed Khatibzadeh mengatakan:

“Jika orang lain tidak memenuhi kewajiban mereka pada 21 Februari, pemerintah berkewajiban untuk menangguhkan implementasi sukarela dari protokol tambahan tersebut."

"Semua langkah ini dapat dibatalkan jika pihak lain mengubah jalurnya dan menghormati kewajibannya. "

Sementara Teheran mengambil garis keras dalam tantangan publiknya terhadap AS, pejabat Iran telah mengakui sanksi AS melumpuhkan ekonomi negara itu.(*)

Baca juga: Mengintip Kemampuan Jelajah Kapal La Datcha, Kapal Asing yang Ditahan di Perairan Aceh

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved