Breaking News:

Video

VIDEO - Protes Menentang RUU yang Menargetkan Umat Muslim di Prancis

RUU yang diperkenalkan 2 Oktober 2020 oleh Emmanuel Macron sebagai "separatisme Islam" telah disetujui oleh komisi khusus di Majelis Nasional Prancis.

SERAMBINEWS.COM, PARIS - Protes diadakan di Paris pada hari Minggu (14/2/2021) menentang Islamafobia dan RUU melawan ekstremisme radikal yang dikhawatirkan umat Islam jika disahkan akan menargetkan mereka secara tidak adil.

Perwakilan LSM dan korban RUU "separatis" dan pembela HAM berkumpul di lapangan Trocadero untuk menyuarakan penolakan terhadap RUU separatisme yang sedang dibahas di Majelis Nasional.

RUU yang disiapkan oleh Menteri Dalam Negeri, Gérald Darmanin Prancis sebagai diskriminasi terhadap Muslim mengenai tempat ibadah, restoran, perkumpulan, dan bisnis lainnya terancam oleh tekanan administratif atau bahkan penutupan.

Pada 24 Januari 2021, RUU yang diperkenalkan 2 Oktober 2020 oleh Emmanuel Macron sebagai "separatisme Islam" telah disetujui oleh komisi khusus di Majelis Nasional Prancis.

Baca juga: Usai Malam Pernikahan, Bagian Tubuh Pria Ini Tak Berfungsi, Pengantin Wanita Gugat Cerai Suaminya

RUU "anti-separatisme" akan fokus pada komunitas etnis, termasuk Muslim, yang tidak selalu berasimilasi dengan masyarakat dan budaya Prancis.

Menghapus kontroversi seputar RUU tersebut, Castex mengatakan "Teks tersebut bukanlah teks yang menentang agama, atau agama Islam pada khususnya. Ini adalah hukum emansipasi dalam menghadapi fanatisme agama."

Tersebar di 50 pasal, RUU itu memuat ketentuan tentang setiap segi kehidupan.

RUU tersebut memungkinkan kontrol yang lebih ketat atas pendanaan sekolah, memungkinkan anggota parlemen untuk berkonsultasi dengan catatan kriminal dari semua guru di sekolah swasta.

Antara lain, memberikan kewenangan kepada aparat penegak hukum untuk mengatur penggunaan ruang publik yang mencakup pertemuan keagamaan.

Langkah itu dilakukan setelah serentetan serangan teror di Prancis yang merenggut empat nyawa, termasuk seorang guru.

Muslim Prancis telah menyuarakan keprihatinan bahwa mereka menjadi sasaran yang tidak adil dengan beberapa masjid ditutup dan puluhan penyelidikan dibuka terhadap pemuka komunitas.(*)

Sumber: Anadolu Agency

Baca juga: VIDEO - Macron dan Kurz Motori Front Bersama Eropa Lawan Politik Islam

Baca juga: Erdogan Harapkan Prancis Segera Singkirkan Macron

Penulis: yuhendra saputra
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved