Sempat Menghilang dan Disangka Sudah Dieksekusi, Istri Kim Jong Un Ternyata Masih Hidup

Ri Sol Ju baru-baru ini menghadiri konser peringatan ulang tahun ayah Kim Jong Un, mendiang pemimpin Kim Jong-il.

Editor: Amirullah
KCNA VIA KNS / AFP
Foto yang dirilis kantor berita Korea Utara KCNA pada 28 Maret 2018 memperlihatkan Kim Jong Un berpose bersama istrinya Ri Sol Ju saat berkunjung ke Beijing, China. (KCNA VIA KNS / AFP) 

Berita Lain: Kim Jong Un Ingin Korea Utara Upgrade Senjata Nuklir, Harus Bisa Musnahkan Target Sejauh 15 Ribu KM

Diberitakan sebelumnya, Kim Jong-un telah menyerukan negaranya untuk meningkatkan produksi "hulu ledak nuklir ultra-besar."

Menurut laporan, Kim ingin senjata mereka mampu menyerang target sejauh 15.000 km, seperti diberitakan DailyStar, Sabtu (9/1/2021).

Jika dibuat, misil tersebut akan mampu menargetkan ibu kota AS Washington DC jika ditembakkan dari ibu kota Korea Utara, Pyongyang.

Kim Jong Un juga ingin "bom nuklir yang lebih kecil dan lebih ringan" menurut Sung-Yoon Lee, pengamat Korea di Tufts University, Massachusetts.

Menurutnya, penguasa Korut itu ingin meningkatkan kemampuan negara dalam melakukan "serangan nuklir preemptif yang akurat dan kemampuan serangan kedua pada target yang berjarak 15.000 km".

()ILUSTRASI - Rudal milik Korea Utara. Pentagon mengatakan pasukan nuklir AS siap bila harus menghadapi Korea Utara (Tribun Kalteng/Daily Mail)

Washington DC hanya berjarak 11.000 km dari Pyongyang, menempatkannya dalam radius serangan hulu ledak nuklir potensial.

Dalam sebuah tweet, Lee menulis: "Kim Jong-un menyerukan produksi 'bom nuklir yang lebih kecil dan ringan ... hulu ledak nuklir yang lebih ultra-besar' dan 'meningkatkan kemampuan dalam serangan nuklir preemptive yang akurat & kemampuan serangan kedua pada target 15.000 km jauhnya. '"

Negara tersebut juga dilaporkan memiliki rencana untuk mengembangkan rudal balistik antarbenua yang dapat diluncurkan dari laut dan darat dan memiliki rencana untuk memperoleh kapal selam nuklir, serta "senjata strategis nuklir" yang akan berkontribusi pada peningkatan "kemampuan serangan nuklir jarak jauh".

Ia juga mengatakan bahwa pemimpin tertinggi telah berjanji untuk memperkuat kemampuan pertahanan "non-stop" untuk mencegah ancaman militer AS.

()Dari kiri ke kanan, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan Presiden Korea Selatan Moon Jae In. Ketiga pemimpin negara tersebut tengah berdialog di area Panmunjom atau Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea Utara-Korea Selatan pada Minggu, (30/30/6/2019). (Official White House/Shealah Craighead)

Donald Trump menjadi Presiden AS pertama yang mengunjungi zona demiliterisasi antara Korea Utara dan Selatan pada Juni 2019 untuk bertemu dengan Kim Jong-un.

Pada saat itu, Kim mengatakan itu adalah "ekspresi kesediaannya" untuk bekerja menuju masa depan yang baru.

Tetapi baru-baru ini dilaporkan bahwa Kim Jong-un dapat melakukan uji coba nuklir bertepatan dengan pelantikan Joe Biden - yang akan berlangsung pada 20 Januari.

Sputnik News mengutip peringatan mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS Evans Revere: "Ada kemungkinan Pyongyang akan melakukan uji coba rudal nuklir atau jarak jauh sebelum pelantikan atau tidak lama kemudian."

Dia melanjutkan, uji coba nuklir bisa menjadi cara meningkatkan pengaruh negosiasi dengan Washington.

()ILUSTRRASI - Korea Utara Konfirmasi Uji Coba Rudal Keempatnya Berhasil (YouTube)
Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved