Kamis, 4 Juni 2026

Petani Tewas Dibunuh Iparnya, Sempat Saling Bacok Pakai Parang, Gara-gara Sengketa Tanah Warisan

Seorang petani bernama Madderemeng (60) tewas di tangan iparnya. Pembunuhan itu terjadi dipicu soal sengketa tanah.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Ilustrasi 

"Jadi sudah ada dendam sebelumnya," tambahnya.

Ia mengatakan, cekcok keduanya memanas".

"Korban, Maddaremmeng tersulut emosi sehingga mengayungkan parang kepada pelaku Amir.

Namun, ditepis oleh pelaku. Lalu pelaku menyerang balik.

"Keduanya sempat berduel. Korban mengayungkan parang kepada pelaku, tapi berhasil ditepis."

"Pelaku lalu menyerang balik dan melukai korban di bagian kepala lalu punggung menggunakan parang," beber Ardy.

Mantan Kasat Reskrim Polres Palopo ini mengaku sempat kesulitan mengungkap kasus ini.

Pasalnya, tidak ada orang yang melihat langsung peristiwa tersebut.

Pihaknya pun melakukan penyelidikan.

Saat, melakukan olah TKP, tidak ditemukan barang korban yang hilang.

Kata Ardy, pihaknya lalu mencurigai kasus ini terkait masalah tanah.

"Tidak ada tanda pencurian. Jadi dugaan kuat kami karena masalah tanah.

Kemudian ditelusuri siapa yang punya tanah kebun," terang Ardy.

Awalnya, kata Ardy, pelaku Amir tak mengakui perbuatannya.

Namun, setelah digeledah handphone miliknya, ditemukan petunjuk mengarah ke dia.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved