Petani Tewas Dibunuh Iparnya, Sempat Saling Bacok Pakai Parang, Gara-gara Sengketa Tanah Warisan
Seorang petani bernama Madderemeng (60) tewas di tangan iparnya. Pembunuhan itu terjadi dipicu soal sengketa tanah.
Amir pun lalu mengakui perbuatannya.
"Ditemukan petunjuk sebuah sms pelaku kepada saudaranya dalam bahasa bugis. Nalaka abala, wunoi ifaku (saya kena musibah, saya bunuh iparku). Setelah itu baru pelaku mengakui perbuatannya," ungkapnya.
Amir diamankan di rumahnya, Kamis (18/2/2021) pukul 02.30 Wita.
Dia lalu dibawa ke Mapolres Bone untuk diproses hukum.
Amir disangka Pasal 351 ayat 3 juncto Pasal 338 KUH Pidana.
"Kita sangkakan pasal penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Ancaman hukuman 15 tahun penjara," tegasnya.
Baca juga: Gadis 14 Tahun Hamil Dirudapaksa Ayah Kandung, Lalu Paksa Anaknya Berhubungan dengan Orang Gila
Baca juga: Joe Biden Akan Fokuskan Hubungan dengan Raja Salman, Putra Mahkota Arab Saudi Diabaikan
Baca juga: Sah Menjadi Kecamatan, Ini Kode Wilayah Kecamatan Sukamakmue di Kota Sabang
Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kronologi Petani Tewas di Kebun Amali Bone, Korban Dibunuh Iparnya Gara-gara Tanah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-saling-bacok_20180523_005147.jpg)