Satwa Dilindungi
Puluhan Ekor Paus Pilot Mati Terdampar di Pantai Madura, Hanya Satu Ekor yang Berhasil Diselamatkan
Paus pilot merupakan salah satu jenis mamalia laut yang dilindungi. Spesies ini biasanya ditemukan di perairan beriklim hangat dan perairan tropis.
SERAMBINEWS.COM, MADURA - Sebanyak 51 ekor paus sirip pendek (short finned pilot whale/Globicephala macrorhynchus) mati setelah terdampar di pantai Desa Paterman, Kecamatan Modung, Madura, Jawa Timur.
Eriy Yulianto dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) mengatakan ada lebih dari 50 ekor paus pilot yang terdampar dan ditemukan warga setempat sejak Kamis (18/2/2021).
Warga sempat berusaha mengembalikan paus ke tengah laut ketika ditemukan, namun tidak berhasil karena bobot paus yang berat.
“Dari puluhan paus itu, ada tiga yang berhasil dilepaskan ke tengah laut,” kata Eriy.
Dia mengatakan paus yang mati akan dikubur di area pantai pada Sabtu hari ini.
Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Gatut Panggah, mengatakan 51 ekor telah mati dan hanya satu ekor masih hidup.
Menurut Gatut, mulanya ada tiga ekor paus yang masih hidup dan digiring ke laut lepas pada Jumat siang.
“Saat regu antemortem menggiring ke laut lepas, dua dari tiga paus yang digiring diketahui mati,” kata Gatut.
Sedangkan satu ekor paus yang masih hidup masih diamati tim agar bertahan dan tidak kembali ke perairan dangkal.
Baca juga: Muncul jadi Trending Topik Twitter, Nissa Sabyan Disebut Media Malaysia Sebagai Perampas
Baca juga: KPK Geledah 2 Kantor Swasta, Amankan Rekening Koran Kasus Bansos Atas Tersangka Mantan Mensos Cs
Baca juga: Duda 51 Tahun Tewas Tanpa Celana Dalam, Ada Bercak Sperma dan Puntung Rokok Berlipstik Merah
Gerombolan paus ini mulai terlihat di perairan dekat Pantai Mondu, Bangkalan, Madura pada Kamis.
Masyarakat dan petugas polisi perairan telah berusaha menghalau paus ke laut lepas, namun ketika air surut pada Jumat pagi, puluhan ekor paus ini sudah terdampar di pantai.
Paus pilot merupakan salah satu jenis mamalia laut yang dilindungi. Spesies ini biasanya ditemukan di perairan beriklim hangat dan perairan tropis.
Sejauh ini, BBKSDA mengatakan ada sejumlah faktor yang diduga menyebabkan 52 ekor paus ini terdampar.
Pertama, kerusakan sonar pada pemimpin kelompok koloni. Hal ini baru dapat dipastikan dari hasil nekropsi atau pemeriksaan terhadap bangkai paus yang diperkirakan sebagai pemimpin koloni.
Kedua, pengaruh arus besar sehingga paus terbawa hingga ke pantai.