Breaking News
Selasa, 14 April 2026

Internasional

Amerika Latin Jadi Sekutu China, AS NIlai Sebagai Ancaman Keamanan Nasional

Pemerintah China telah menjadikan negara-negara di Amerika Latin sebagai sekutu kuatnya, menggantikan dominasi AS.

Editor: M Nur Pakar
AP
Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza, mengenakan sarung tangan pelindung memegang bendera Venezuela dan China saat tim medis tiba dari China di Bandara Internasional Simon Bolivar, La Guaira, Venezuela pada 30 Maret 2020. 

SERAMBINEWS.COM, MIAMI - Pemerintah China telah menjadikan negara-negara di Amerika Latin sebagai sekutu kuatnya, menggantikan dominasi AS.

AS yang menganggap kehadiran China sebagai ancaman keamanan nasionalnya dan harus mencari cara baru menerobos ke negara tetangganya.

Dilansir AP, Selasa (22/2/2021, pada 2010, China, ekonominya yang sedang meraung, dan perusahaan negara yang ingin berekspansi secara global, mengarahkan pandangannya pada Amerika Latin.

Sebuah wilayah yang kekurangan modal tetapi kaya akan sumber daya alam yang tidak dimiliki raksasa Asia itu.

Hasilnya: rekor pinjaman negara-ke negara Amerika Latin sebesar 35 miliar dolar AS atau sekitar Rp 496 triliun pada tahun itu

Maju cepat satu dekade dan hubungan yang dulu sangat panas mulai matang dengan cara yang ditunjukkan China mungkin semakin waspada terhadap mitranya yang dulu tidak salah.

Untuk pertama kalinya dalam 15 tahun, dua bank terbesar China, China Development Bank (CDB) dan Export-Import Bank of China tidak memberikan pinjaman baru ke wilayah tersebut pada 2020.

Baca juga: AS Atur Ulang Pasukan di Luar Negeri, Fokuskan China dan Rusia, Juga Ancaman Dari Timur Tengah

Hal itu menutup kemerosotan beberapa tahun yang didorong oleh kemerosotan bank Amerika Latin yang terus memburuk.

Data tersebut berasal dari laporan baru Inter-American Dialogue, sebuah wadah pemikir Washington, dan Pusat Kebijakan Pembangunan Global Universitas Boston.

Keduanya telah melacak selama bertahun-tahun diplomasi yuan China di halaman belakang Washington.

Pengaruh ekonomi dan diplomatik China yang tumbuh di kawasan itu telah mengkhawatirkan para pembuat kebijakan AS, yang telah kehilangan arah untuk melawan kebangkitannya. Tugas

sekarang berada pada pemerintahan Joe Biden, yang telah memperingatkan jejak kaki Tiongkok di wilayah tersebut merupakan ancaman keamanan nasional.

Tetapi dengan China telah menggantikan AS sebagai mitra dagang utama dari beberapa negara Amerika Selatan, mengejar ketinggalan bukanlah tugas yang mudah.

Sementara itu, AS mungkin telah tertinggal lebih jauh selama pandemi, ketika China menyumbangkan 215 juta dolar AS dalam bentuk barang.

Mulai dari sarung tangan bedah hingga teknologi pencitraan termal kepada sekutu di wilayah tersebut, menurut penelitian.
Sebagai perbandingan, Badan Pembangunan Internasional dan Departemen Luar Negeri Amerika Serikat telah memberikan 153 juta dolar AS.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved