Breaking News
Jumat, 5 Juni 2026

Internasional

Amerika Latin Jadi Sekutu China, AS NIlai Sebagai Ancaman Keamanan Nasional

Pemerintah China telah menjadikan negara-negara di Amerika Latin sebagai sekutu kuatnya, menggantikan dominasi AS.

Tayang:
Editor: M Nur Pakar
AP
Menteri Luar Negeri Venezuela, Jorge Arreaza, mengenakan sarung tangan pelindung memegang bendera Venezuela dan China saat tim medis tiba dari China di Bandara Internasional Simon Bolivar, La Guaira, Venezuela pada 30 Maret 2020. 

China juga melakukan uji klinis atau rencana untuk memproduksi vaksin di lima negara, Argentina, Brasil, Chili, Meksiko, dan Peru.

“Tidak diragukan lagi, bagian dari tanggapan Covid-19 di kawasan itu memiliki wajah Cina,” kata Rebecca Ray, ekonom Universitas Boston dan salah satu penulis laporan baru.

“Ini adalah kesempatan yang terlewatkan bagi AS, tetapi sejak manufaktur Amerika terbawah pada 1990-an, tidak ada cara untuk bersaing," ujarnya.

"Banyak dari pasokan medis yang sama yang dikirim China ke Amerika Latin yang kami beli dari China juga," tambahnya.

Baca juga: Estonia Khawatirkan Cengkeraman China Atas Negaranya

Tetapi sementara pandemi telah membuka pintu untuk bantuan China, juga mempersulit pemerintah untuk membayar tagihan mereka ke Beijing.

Resesi mendalam 7,4% di Amerika Latin dan Karibia tahun lalu menghapus hampir satu dekade pertumbuhan, menurut data Dana Moneter Internasional.

Dengan peminjam yang tertekan, China terpukul.

Tahun lalu, Ekuador bernegosiasi untuk menunda selama setahun pembayaran hutang hampir 900 juta dolar AS meaui pengiriman minyak.

Venezuela, peminjam terbesar di kawasan itu diyakini telah menerima masa tenggang serupa.

“Dengan kawasan yang menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya, China sepertinya tidak akan meminjamkan lagi untuk saat ini,” kata Margaret Myers, kepala program Asia-Amerika Latin pada Dialog.

“Sebaliknya, ia harus bergulat dengan portofolio bermasalahnya sendiri," katanya.

Perlambatan pinjaman ke Amerika Latin mencerminkan kemunduran global yang lebih luas.

Karena China beralih ke dalam untuk meningkatkan upaya pemulihannya sendiri di tengah pandemi.

Partai Komunis yang berkuasa telah meminjamkan miliaran dolar untuk membangun pelabuhan, rel kereta api, dan infrastruktur lainnya di seluruh Asia hingga Afrika, Eropa, dan Amerika Latin.

Untuk memperluas akses China ke pasar dan sumber daya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved