Minggu, 12 April 2026

Internasoinal

Inggris Minta PBB Desak China Beri Akses ke Wilayah Muslim Xinjiang

Pemerintah Inggris pada Senin (22/2/2021) menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mendesak China memberi akses ke Xinjiang

Editor: M Nur Pakar
AFP
Wanita Uyghur bersama anak-anaknya di Kashgar, wilayah Xinjiang di China, Selasa (30/6/2020) 

SERAMBINEWS.COM, LONDON,- Pemerintah Inggris pada Senin (22/2/2021) menyerukan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) agar mendesak China memberi akses ke Xinjiang

Hal itu untuk menyelidiki laporan pelanggaran di wilayah China yang telah dilaporkan sejumlah kantor berita, termasuk BBC Inggris.

Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab juga akan menandai kembalinya Inggris ke Dewan Hak Asasi Manusia PBB sebagai anggota pemungutan suara.

Inggris mengutuk catatan hak sesama anggota dewan, China dan Rusia.

Baca juga: Wanita Xinjiang Dalam Penjara Jadi Korban Pemerkosaan dan Siksaan

Bahkan, akan meningkatkan kekhawatiran tentang Myanmar dan Belarusia.

Di China, Raab akan merujuk pada laporan pelanggaran di Xinjiang.

Seperti penyiksaan, kerja paksa, dan sterilisasi paksa terhadap wanita.

"Itu terjadi dalam skala industri," katanya.

"Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, atau ahli pencari fakta independen lainnya, harus dan saya ulangi harus - memberikan akses yang mendesak dan tidak terkekang ke Xinjiang," katanya.

Baca juga: Seorang Suami Uighur di Australia Sambut Kembalinya Sang Istri, Sempat Terkurung di Xinjiang

China telah banyak dikecam karena mendirikan kompleks di Xinjiang.

Beijing menggambarkannya sebagai pusat pelatihan kejuruanuntuk membasmi ekstremisme dan memberi orang keterampilan baru.

Para kritikus China menyebutnya kamp konsentrasi.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan setidaknya 1 juta orang Uighur dan Muslim lainnya telah ditahan di Xinjiang.

Baca juga: AS Tuduh PBB Tidak Peduli Nasib Muslim Xinjiang, Senator Usulkan Resolusi Genosida

Raab juga akan meningkatkan perlakuan tercela terhadap Kremlin yang menahan Alexei Navalny, krisis di Myanmar dan situasi di Belarusia.

Dia akan menjabarkan langkah-langkah yang diambil Inggris untuk mengatasi masalah ini, seperti sanksi, dan mendorong orang lain untuk mengikutinya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved