Breaking News:

Berita Aceh Utara

Tertangkap ‘Nyabu’ dengan Warga, Oknum Keuchik di Aceh Utara Diproses Pecat

Pemkab Aceh Utara sudah memerintahkan Camat Matangkuli, Edwar untuk memproses pemberhentian Hel dari jabatannya sebagai Keuchik Geulumpang VII.

Foto Dok Polres Aceh Utara
Petugas Polsek Matangkuli mengamankan seorang mantan keuchik dan keuchik serta seorang warga yang terlibat kasus sabu. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara 

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Bagian Pemerintah Mukim dan Gampong Pemkab Aceh Utara sudah menerima laporan terkait Keuchik Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara berinisial Hel (31), ditangkap polisi karena ketangkap tangan sedang nyabu (isap sabu). 

Karena itu, Pemkab Aceh Utara sudah memerintahkan Camat Matangkuli, Edwar untuk memproses pemberhentian Hel dari jabatannya sebagai Keuchik Geulumpang VII.

Karena bebas narkoba menjadi salah satu syarat bagi warga untuk bisa mencalonkan diri sebagai keuchik. 

Diberitakan sebelumnya, seorang keuchik dan mantan keuchik di Aceh Utara ditangkap polisi saat sedang nyabu bareng di sebuah gubuk kawasan Desa Geulumpang VII, Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara pada Kamis (11/2/2021) sore. 

Selain keduanya, polisi juga mengamankan satu warga lainnya berinisial Mar (38).

Baca juga: Kekosongan BBM di Banda Aceh Teratasi Suplai dari Depo Meulaboh, Kapal Pengangkut Tiba Senin sore

Baca juga: Hari Ini & Besok, SurpriseDeal Telkomsel Hadir, Mulai Rp 100 Ribu Bisa Internetan Sepuasnya 30 Hari

Baca juga: VIDEO Tabrakan Maut, 9 Orang Tewas dalam Kecelakaan Bus Intra VS Avanza di Tebingtinggi

Oknum keuchik yang ditangkap tersebut berinisial Hel (31), dan mantan keuchik setempat, Is (46). Mereka ditangkap dalam sebuah gubuk di kebun kosong. 

“Saya sudah mendapat laporan dari Camat Matangkuli terkait ada seorang keuchik di kecamatan itu yang ketangkap tangan sedang mengisap sabu-sabu,” ujar Kepala Bagian Pemerintahan Mukim dan Gampong Pemkab Aceh Utara, Mansur SH kepada Serambinews.com, Senin (22/2/2021). 

Disebutkan Mansur, dirinya juga sudah memerintahkan camat setempat untuk segera memproses pemberhentian Hel dari jabatan keuchik dan segera mengusulkan penjabat (Pj) sebagai pengganti Hel, agar tidak terjadi kekosongan pimpinan pemerintah gampong. 

“Kalau kasus narkoba berbeda prosesnya dengan tindak pidana lainnya. Keuchik yang terlibat narkoba dapat diberhentikan langsung setelah mendapat surat penetapan tersangka dari polisi tanpa harus menunggu putusan dari pengadilan berkekuatan hukum tetap,” ungkap Mansur SH. 

Karena itulah, pihaknya memerintahkan camat agar mengusulkan penggantinya.

Baca juga: VIDEO Pria Ini Pakai Cincin Besi di Alat Vitalnya, Berakhir di Kamar Operasi

Baca juga: Tak Sadar Calon Pembelinya Polisi yang Menyamar, Pemuda Ini Tertangkap Basah Edar Sabu

Baca juga: VIDEO Pria Ini Pakai Cincin Besi di Alat Vitalnya, Berakhir di Kamar Operasi

“Sedangkan untuk proses hukum kita serahkan kepada polisi,” pungkas Kabag Pemerintahan Mukim dan Gampong Aceh Utara.(*)

Penulis: Jafaruddin
Editor: Saifullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved