Breaking News:

Info Kota Sabang

Pelanggar Syariat Islam di Sabang Dihukum 18 Kali Cambuk

Kejaksaan Negeri Kota Sabang menggelar hukuman cambuk/ uqubat cambuk bagi seorang pelanggar syari'at Islam di Kota Sabang

Foto Humas Pemko Sabang
Kejaksaan Negeri Kota Sabang menggelar eksekusi hukuman cambuk bagi seorang pelanggar syariat islam di Kota Sabang yang berlangsung di Halaman Masjid Agung Babussalam Kota Sabang. Selasa (23/2/2021) 

SERAMBINEWS.COM, SABANG - Kejaksaan Negeri Kota Sabang menggelar hukuman cambuk/ uqubat cambuk bagi seorang pelanggar syari'at Islam di Kota Sabang.

Pelanggar syariat islam dicambuk karena melakukan permainan judi online jenis toto gelap (Togel) dan permainan judi lainnya.

Pelaku terbukti melanggar Qanun Aceh nomor 6 Tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Hukuman cambuk berlangsung di Halaman Masjid Agung Babusalam Kota Sabang, Selasa (23/2/2021).

Kepala Kejaksaan Negeri Sabang, Choirun Parapat, SH MH menjelaskan bahwa pelanggar yang berinisial S (38) dinyatakan bersalah setelah putusan Mahkamah Syariah Kota Sabang No : 1/JN/2021/MS.SAB tanggal 8 Februari 2021 yang melanggar pasal 19 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat.

Baca juga: Kisah Istri Berikan Hadiah Terakhir pada Suami Sebelum Meninggal Dunia

"Pelanggar hukum jinayat yang berinisial S (38) dikenakan pidana uqubat ta'zir 20 kali cambuk, dikurangi masa penahanan sehingga terdakwa hanya menjalani 'uqubat sebanyak 18 kali cambuk," kata Kajari Kota Sabang.

Lebih lanjut dikatakan, secara hukum ini sudah sesuai dengan keputusan yang ada di dalam Qanun Aceh tentang hukum jinayat.

Diharapkan kepada seluruh masyarakat Sabang agar mentaati dan menghindari segala bentuk larangannya.

“Ini sebenarnya suatu hal yang tidak kita inginkan, diharapkan kedepan tidak ada lagi yang seperti ini maupun pelanggaran-pelanggaran lainnya secara umum,” tambahnya.

Baca juga: Pemko Sabang Tandatangani MoU Dengan Kejari Sabang

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Daerah Kota Sabang, Drs. Zakaria MM mengucapkan terimakasih kepada Kejari Kota Sabang yang telah melaksanakan tugas sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh negara.

Oleh karena itu, kedepan seluruh elemen masyarakat dan pemerintah harus lebih fokus pada pembinaannya melalui tokoh agama, tokoh adat dan lembaga pengajian.

Agar masyarakat dapat menjaga diri sendiri dan menjaga kehidupan bermasyarakat agar terhindar dari perbuatan yang melanggar hukum dan syariat islam.

“Karena pada intinya Qanun No. 6 tahun 2014 ini bukan menghukum orang sebanyak-banyaknya.

Tetapi barang siapa yang melanggar harus dilaksanakan hukuman, jadi kita tidak berbangga makin banyak kasus, karena bukan itu yang kita inginkan.

Tetapi ketertiban masyarakat, ketaatan masyarakat dan ketaatan kita semua itulah tujuanya,” kata Sekda Kota Sabang.

Baca juga: Wali Kota Sabang Terima Penghargaan Sahabat PWI

Sedangkan Kapolres Sabang AKBP Muhammadun, SH turut mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Sabang, agar menjauhi segala bentuk perbuatan kejahatan yang melanggar Syariat Islam.

Karena hukuman akan menjerat siapapun yang melanggar Syariat Islam.

“Kita harapkan apa yang terjadi hari ini kiranya dapat menjadi pelajaran bagi kita semua untuk lebih taat kepada Allah SWT.

Karena hukum ini akan menjerat siapa pun yang melakukan kejahatan dan melanggar Syariat Islam. Untuk itu hormatilah Syariat Islam yang diberlakukan di bumi Aceh ini,” harap Kapolres Sabang.(*)

Baca juga: Sekdako Sabang dan Sekda Aceh Pantau Vaksinasi Nakes di Kota Sabang

Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved