Breaking News:

Otomotif

Penjualan Mobil Bekas Diharapkan Stabil, Harga Akan Dikoreksi Mulai Bulan Depan

Para pedagang mobil bekas tetap optimis dengan berlakunya kebijakan pemerintah terhadap mobil baru.

KOMPAS.com
Showroom mobil bekas di Mangga Dua, Jakarta 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA - Para pedagang mobil bekas tetap optimis dengan berlakunya kebijakan pemerintah terhadap mobil baru.

Pemerintah memberi insentif atas Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk periode pertama dari Maret hingga Mei 2021.

Tauhid Ahmad, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), mengatakan, pemberian insentif bagi mobil baru bakal berdampak pada penjualan mobil bekas.

Menurutnya, kebijakan tersebut bakal membuat pedagang mobil bekas harus melakukan penurunan harga.

Nantinya penyesuaian inilah yang membuat bursa mobil bekas tetap bergairah.

Baca juga: Masyarakat Sambut Baik Kebijakan Pemerintah, Pembelian Mobil Baru Makin Murah Mulai Bulan Depan

"Ancaman tentu saja akan terjadi penurunan harga, cuma kita belum tahu koreksi dari 10 persen berapa mereka akan turunkan karena elastisitasnya kita belum tahu," ujar Tauhid, dalam diskusi virtual (21/2/2021).

 

Tauhid juga mengatakan, turunnya harga mobil bekas berpotensi membuat calon pembeli mobil baru beralih ke mobil bekas.

"Tergantung tentu saja apakah ada shifting daripada pembeli atau tidak," katanya.

"Tentu peluangnya adalah besar kemungkinan kalau shifting, volume penjualan mobil bekas akan semakin meningkat kalau harganya ikut turun untuk mobil bekas ini," katanya.

Baca juga: Polisi Sita Mobil dan Rumah Owner Yalsa Boutique, Diduga Jalankan Investasi Bodong

Sementara itu, Presiden Direktur Mobil88 Halomoan Fischer, mengatakan, pihaknya optimistis kebijakan PPnBM mampu meningkatkan industri otomotif secara menyeluruh.

Halaman
12
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved