Breaking News:

Polisi Tangkap Lagi Tersangka,  Motif Pembunuhan untuk Kuasai Harta Korban

Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah, Minggu (21/2/2021) malam, kembali mengamankan satu orang tersangka

SERAMBINEWS.COM/BUDI FATRIA
Mayat korban diduga dibunuh dievakuasi ke ruang mayat RSUD Muyang Kute, Bener Meriah, Rabu (17/2/2021) malam. 

REDELONG - Penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Bener Meriah, Minggu (21/2/2021) malam,  kembali mengamankan satu orang tersangka berinisial AB terkait kasus pembunuhan terhadap pedagang asal Aceh Utara bernama Hanafiah (47). Sebagaimana diketahui, korban dibuang ke jurang dengan kedalaman hingga 30 meter di Dusun Belang Terujak, Kampung Tembolon, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.

Mayat korban saat ditemukan pada 17 Februari 2021 lalu dalam kondisi terbakar. Sebagian organ tubuh bahkan sudah tidak utuh lagi seperti kaki, tangan, termasuk isi perut.

Sebelumnya, penyidik Satreskrim Polres Bener Meriah juga telah menetapkan satu orang tersangka berinisial JM (49), warga Bener Meriah. JM merupakan mantan residivis yang tersangkut kasus pembunuhan terhadap istrinya sendiri pada tahun 2007 di Kecamatan Mesidah, Bener Meriah.

“Untuk terduga pelaku AB kita amankan pada Minggu (21/2/2021) malam di wilayah hukum Polres Aceh Tamiang dan kini sedang dalam perjalanan ke Polres Bener Meriah,” kata  Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalui Kasat Reskrim, Iptu Rifki Muslim SH kepada wartawan, Senin (22/2/2021).

Selain AB, sebut Rifki, ada juga dua orang wanita yang sebelumnya sudah diamankan di Mapolres Bener Meriah. “Sedangkan AB diduga kuat ikut membantu tersangka JM dalam melakukan pembunuhan terhadap korban Hanafiah,” bebernya.

Kata Rifki lagi, kedua wanita yang diamankan masih sebagai saksi. Namun, mereka mengaku tidak mengetahui sama sekali terkait pembunuhan itu. “Pengakuannya, mereka sama sekali tidak melihat dan tidak mengetahui peristiwa eksekusi pembunuhan pada malam hari,” terang Rifki. Kedua wanita itu saat kejadian disekap di dalam sebuah gubuk yang tidak jauh dari lokasi penemuan mayat korban pembunuhan tersebut.

Sedangkan motif pembunuhan, ungkap Rifki, tersangka mengaku ingin menguasai harta milik korban. “Harta milik korban seperti mobil, dompet, dan uang yang dibawa oleh tersangka JM,” sebutnya.

Rifki menceritakan, tersangka awalnya bertemu dengan korban saat menumpang mobil milik korban. Kata Rifki, tersangka kebetulan duduk di depan, sedangkan tiga orang temannya duduk di belakang.

“Saat di dalam mobil itu, tersangka melihat ada uang senilai Rp 30 juta milik korban, karena korban kan pedagang yang mau membeli rempah-rempah di Bener Meriah. Melihat uang itu, mungkin tersangka timbul niat ingin menguasai harta milik korban,” ujarnya.

Setelah pertemuan itu, sehari kemudian pelaku membuat skenario dengan memancing korban untuk datang menjumpai pelaku. “Pada saat kejadian itu korban datang ke gubuk tersangka dan di situlah terjadi eksekusi,” kata Rifki.

Dikatakan, tersangka mengaku menghabisi korban dengan cara memukul kepala bagian belakang (tengkuk). Setelah tidak berdaya, korban dibuang ke jurang. “Setelah korban dibunuh, tersangka kemudian memeriksa isi dompet korban dan mendapatkan uang senilai Rp 200.000. Korban kan pedagang mungkin uangnya sudah ia belanjakan. Itulah sisanya,” tutup Rifki.

Hingga kini jenazah Hanafiah korban kasus pembunuhan belum dikebumikan. Mayatnya masih dibaringkan di ruang jenazah RSUD Muyang Kute Bener Meriah. Hal ini karena pihak kepolisian ingin melakukan autopsi terlebih dahulu. “Untuk jenazah korban saat ini masih berada di RSUD Muyang Kute. Kita masih menunggu tim Labfor Polda Sumatera Utara untuk melakukan autopsi,” kata Rifki. Setelah autopsi dilakukan, jenazahnya akan langsung dikebumikan.(bud)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved