Minggu, 19 April 2026

Sekretaris Desa Digerebek Istri Sah Datangi Rumah Wanita Lain Malam-malam, Sandal jadi Bukti

Kasus perselingkuhan antara Sekertaris Desa dan Kaur Kesra di Desa Karangmoncol, Kecamatan Randudongkal, Pemalang, membuat warga geram.

Editor: Amirullah
Freepik
Ilustrasi perselingkuhan 

Saat didatangi Jamaroh, suaminya masih berada di rumah Sulastri.

Baca juga: Maling Bobol Penangkaran Burung Murai Batu di Langsa, Sepasang Murai Seharga Rp 10 Juta Dibawa Kabur

Baca juga: Perbaiki Tanggul di Aceh Tamiang, BNPB Siap Kucurkan Anggaran Rp 30 Miliar

Baca juga: VIDEO Israel Hancurkan Rumah Kepala Penjaga Masjid Al-Aqsa, Mengklaim tak Miliki Izin

Cek-cok pun tak terhindarkan.

Sekitar pukul 02.30 WIB, Wahyudi dan Sulastri dibawa pemuda desa bersama Jamaroh ke Balai desa Karangmoncol untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Kades Karangmoncol yang menengahi kasus itu menyampaikan, Sekertaris Desa Karangmoncol dan Kaur Kesra akan ditindak lanjuti pada keesokan harinya, dengan mengundang Babinsa dan Bhabinkamtibmas, dan meminta pemuda membubarkan diri.

Pada Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB, warga kembali mendatangi Balai Desa Karangmoncol dan menuntut keduanya diproses.

Pihak berwajib pun saat itu melakukan mediasi antara Sekertaris Desa Karangmoncol Wahyudi dan istrinya, Kaur Kesra Desa Karangmoncol Sulastri, kepala desa, Camat Randudongkal dan perwakilan warga.

Dalam mediasi, Wahyudi mengakui bahwa dirinya datang dan bertamu ke rumah Sulastri pada 01.00 WIB.

Meski demikian, ia menyangkal adanya tindak asusila yang dilakukan olehnya bersama Sulastri.

"Apa yang disangkakan oleh warga terkait tindak asusila tidak benar dan tidak pernah kami lakukan," jelasnya dalam mediasi di Balai Desa Karangmoncol, Senin (22/2/2021).

Dilanjutkannya, ia sadar perbuatannya perangkat desa sudah melanggar norma sosial di masyarakat.

"Kami akan menerima sangsi sosial, itu sudah menjadi konsekuensi.

Kami memilih untuk diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku," paparnya.

Sementara itu, Sulastri, mengakui kesalahannya karena telah menerima kedatangan Wahyudi di tengah malam.

"Kedatangannya dintengah malam saya akui, dan saya salah telah mengijinkannyabmasuk ke rumah.

Namun kami tidak melakukan tindak asusila. Kami akan mengikuti prosedur dan proses sesuai dengan aturan," ucapnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved