Berita Bireuen
Kuala Dangkal Nelayan Kuala Raja Bireuen tak Bisa Melaut
Para nelayan di Gampong Kuala Raja, Kuala, Bireuen sudah satu minggu terakhir tidak bisa melaut maupun berlabuh disekitar pelabuhan rakyat
Penulis: Yusmandin Idris | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yusmandin Idris I Bireuen
SERAMBINEWS.COM, BIREUEN - Para nelayan di Gampong Kuala Raja, Kuala, Bireuen sudah satu minggu terakhir tidak bisa melaut maupun berlabuh disekitar pelabuhan rakyat.
Penyebab utama adalah dangkalnya aliran kuala sebagai jalur utama keluar masuk kapal nelayan yang juga berada dalam aliran sungai di lokasi objek wisata pantai Kuala Raja.
Sejumlah boat pukat langga terpaksa ditambat saja di kawasan mulut kuala tersebut karena mereka tidak bisa pergi menangkap ikan
Keuchik Kuala Raja, M Isa kepada Serambinews.com, Rabu (24/02/2021) mengatakan, sudah satu minggu lebih boat tidak bisa melaut karena tidak bisa keluar masuk mulut kuala.
“Sudah satu minggu ini nelayan tidak bisa pergi melaut, boat pukat tidak bisa keluar Kuala Raja karena dangkal, ada satu unit boat dilaut tidak bisa masuk," jelasnya.
Baca juga: TA Khalid Serahkan 209 Ton Benih Padi Kepada Korban Banjir di Tiga Kabupaten
Menurutnya, aliran Kuala Raja telah dangkal sekitar 300 meter dari tikungan sungai sampai ke sekitar ujung tanggul batu jalur keluar dan masuk boat nelayan.
Para nelayan berharap Pemkab Bireuen membantu mengerahkan alat berat untuk mengeruk sedimen tanah mendangkalkan kuala.
Dengan mengeruk sedimen boat-boat nelayan dapat kembali lancar pergi dan pulang mencari ikan di laut.
Sedangkan untuk boat-boat nelayan ukuran kecil seperti boat becak masih bisa melaju keluar masuk kuala meski tetap berhati-hati.
Baca juga: Ditlantas Bekali Pelatihan untuk Seluruh Kanit Dikyasa Polres se-Jajaran Polda Aceh
Kepala Dinas Perikanan Kelautan dan Perikanan (DKP) Bireuen, Irwan SP MSi melalui Budi Saputra ST Kabid Kelautan Pesisir dan Perikanan Tangkap mengatakan, terjadinya kedangkalan aliran Kuala Raja dikarenakan pengaruh cuaca saat ini musim barat dan cenderung memasuki sedimen ke dalam aliran kuala.
Sehingga menumpuk dan menghambat boat nelayan untuk keluar masuk.
"Sebagai upaya untuk penanganannya juga turun ke lapangan dan mengupayakan sedimen itu disedot dengan mesin sedot bantuan telah diberikan untuk Kuala Raja, sekaligus mengevaluasi penanganan
selanjutnya agar nelayan lancar melaut," jelas Budi Saputra. (*)
Baca juga: VIRAL Mengira Ayah Jemput ke Sekolah, Ternyata yang Datang Mobil Jenazah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mulut-kuala-raja-bireuen_.jpg)