Selasa, 28 April 2026

Berita Lhokseumawe

Pengungsi Rohingya di Lhokseumawe Huni Shelter Baru

Sebanyak 108 pengungsi Rohingya bergerak pindah dari gedung Bekas Latihan Kerja ke shelter baru, di Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota...

Penulis: Zaki Mubarak | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/ ZAKI MUBARAK
Peresmian 36 unit shelter untuk ditempati oleh pengungsi etnis Rohingya di Lhokseumawe. 

Sebanyak 108 pengungsi Rohingya bergerak pindah dari gedung Bekas Latihan Kerja ke shelter baru, di Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (24/2/2021).

Laporan Zaki Mubarak | Lhokseumawe

SERAMBINEWS.COM,LHOKSEUMAWE – Sebanyak 108 pengungsi Rohingya bergerak pindah dari gedung Bekas Latihan Kerja ke shelter baru, di Desa Meunasah Mee, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe, Rabu (24/2/2021).

Sebelumnya, ratusan pengusngsi Rohingya itu menempati Gedung Balai Latihan Kerja (BLK) Lhokseumawe.

Shelter yang dibangun UNHCR itu sebanyak 3 blok dengan jumlah 30 unit.

Sementara dari PMI Kota Lhokseumawe berjumlah 6 unit  dengan total 36 unit.

Tepat pukul 11.30 WIB Wali Kota Lhokseumawe, Suaidi Yahya, meresmikan 36 unit shelter itu untuk ditempati oleh pengungsi etnis Rohingya yang lebih dari beberapa bulan, telah menempati gedung BLK milik Pemerintah Kota Lhokseumawe itu.

Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dalam sambutannya mengatakan, pengungsi Rohingya mereka butuh kebebasan atau mereka meminta untuk bisa hidup secara mandiri.

Baca juga: Forkopimda Aceh Timur Disuntik Vaksin Tahap Dua

“Pengungsi Rohingya harus diberikan hak untuk berpartisipasi, mereka juga ingin bebas. Jadi ini yang harus kita perhatikan, agar mereka betah dan tidak lagi kabur dari lokasi penampungan ini,” kata Walikota Lhokseumawe, Suaidi Yahya dalam sambutannya.

Ia juga menegaskan, semua yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Lhokseumawe adalah bentuk kemanusian.

Pihaknya berharap, peran UNHCR ini harus benar-benar berdampak baik bagi pengungsi Rohingya.

“UNHCR harus komitmen, bila ada kesepakatan ini, maka semua akan berjalan dengan baik. Nah, misalnya ada gelombang ketiga datang, maka dengan adanya komitmen ini kita siap menampung mereka,” tegas Suaidi Yahya.

Sementara itu, Dwita Aryani, Assistant Protection Officer The United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) Indonesia, mengucapkan terima kasih kepada Muspida dan Muspika yang sudah sangat berkontribusi dalam membantu penanggulangan pengungsi di Lhokseumawe.

Terkhusus untuk masyarakat Desa Meunasah Mee, Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe serta relawan dari lembaga lokal dan internasional.

Baca juga: VIDEO Kondisi Warga Miskin di Kota New York Amerika Serikat, Negeri Paman Sam Terbelenggu Pandemi

Di mana mereka  ikut serta berdampingan bersama UNHCR dalam membangun shelter dan membantu kebutuhan pengungsi Rohinya di Lhokseumawe.

“Adapun shelter pengungsi yang UNHCR bangun melalui partner YKMI terdiri dari 30 unit shelter, 1 ruang belajar, 28 unit toilet, 5 tempat cuci, serta 1 dapur umum, dan 200 meter drainase. Juga jalan setapak area shelter baru, lapangan bola voli dan takraw, 33 sekat ruangan di bangunan lama dan sumur bor sedalam 100 m lebih,” sebut Dwita Aryani.

Kemudian sambungnya, selain itu juga ada bantuan yang sudah diberikan kepada lingkungan masyarakat,

Bantuan tersebut berupa 20 unit toilet serta berbagai perlengkapan kebersihan untuk desa setempat.

Seperti gerobak motor sampah, perlengkapan kesehatan kepada Puskesmas dan Posyandu, serta perlengkapan kipas angin untuk masjid sekitar BLK.

“Selain itu, ada 250 paket makanan nutrisi untuk ibu hamil, dan berbagai macam pelatihan untuk masyarakat seperti ternak ikan, tata boga, menjahit, elektronik, dan perbengkelan,” ujarnya.

Dwita Aryani  juga menjelaskan, komitmen UNHCR kedepan adalah untuk terus belajar dan meningkatkan kerjasama dengan pemerintah dan lembaga lokal, dalam membantu penanganan pengungsi di Lhokseumawe.

“UNHCR juga ingin meningkatkan kerjasama dan bantuan untuk masyarakat lokal Lhokseumawe, berupa dukungan terhadap fasilitas umum seperti sekolah, Puskesmas, kantor pemerintahan, dan program-program pendidikan untuk masyarakat,” jelasnya.

Pihaknya juga menargetkan, agar di masa yang akan datang, pengungsi akan menjadi lebih mandiri dan memiliki hubungan yang harmonis dengan masyarakat Aceh.

“Semoga kerjasama kita semua ke depan diberkahi dan semakin bermanfaat bagi semua pihak. Termasuk untuk pengungsi, pemerintah, dan masyarakat. Sekali lagi, kami ucapakan terima kasih banyak atas dukungan bapak walikota dan jajaran muspida dan muspika, dalam memberi dukungan terhadap penanganan pengungi Rohingya di Lhokseumawe,” tutupnya.

Hadir dalam peresmian tersebut, Kasrem 011/LW Letkol Czi M Ridha Has, Kadinsos Kota Lhokseumawe Ridwan Djalil, Kadiskes Kota Lhokseumawe dr Said Alam Zulfikar, Sekda Kota Lhokseumawe T Adnan, Kepala BPBD Kota Lhokseumawe Hanirwasnyah, Danlanal Lhokseumawe Kolonel Laut (P) Dimmi Oumry, Waka Polres Lhokseumawe Kompol Raja Gunawan, Ketua Pengadilan Negeri Lhokseumawe Teuku Syarafi SH MH. (*)

Baca juga: Rumah Warga di Pidie Terbakar Saat Masak Kopi di Dapur

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved