Breaking News:

Berita Langsa

Bea Cukai Langsa Musnahkan Rokok dan Bibit Kelapa Senilai Rp 1 Miliar Lebih

Rokok ilegal, bibit kelapa, dan pakan ternak yang dimusnahkan ini adalah barang bukti hasil penindakan bidang kepabeanan dan cukai.

Foto Humas Bea Cukai Langsa
Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa, Tri Hartana, bersama pihak terkait lainnya saat memusnahkan BMN di TPA Kebun Ireng. 

Laporan Zubir | Langsa 

SERAMBINEWS.COM, LANGSA - Bea Cukai Langsa, Kamis (25/2/2021) melaksanakan pemusnahan Barang Milik Negara (BMN) eks penindakan di bidang kepabeanan dan cukai, di Tempat Penimbunan Akhir (TPA) Pemko Langsa, di Gampong Kebun Ireng, Kecamatan Langsa Lama.

Barang dimusnahkan petugas Bea Cukai tersebut berupa sebanyak 1.021.320 batang rokok ilegal, 22 buah bibit kelapa sebanyak 1 koli, dan 5 buah pakan ternak sebanyak 1 koli.

Kepala KPPBC TMP C Kuala Langsa, Tri Hartana, melalui rikis disampaikan humasnya, kepada Serambinews.com, mengatakan, diperkirakan total nilai barang yang dimusnahkan sebesar Rp 1.037.813.921 dan total kerugian negara sebesar Rp 479.413.213.

"Tindakan pemusnahan ini sebagai wujud dari salah satu tugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai yang Community Protector, yaitu melindungi masyarakat dari peredaran barang ilegal," ujarnya.

Tri Hartana menambahkan, sebelumnya BMN berupa rokok ilegal, bibit kelapa, dan pakan ternak yang dimusnahkan ini adalah barang bukti hasil penindakan.

Dari kegiatan operasi pasar dan patroli darat oleh unit Penindakan dan Penyidikan (P2) Bea Cukai Langsa sepanjang bulan Agustus - Desember 2020 lalu.

Prosedur pemusnahan BMN tersebut dilakukan dengan cara dipotong kemudian dibakar guna untuk menghilangkan fungsi utamanya, lalu diakhiri dengan ditimbun menggunakakan tanah.

Baca juga: Polda Aceh Limpahkan Penanganan Perkara Pengadaan Bibit Jagung ke Polres Agara

Baca juga: Ternyata Ini Riwayat Asal-Usul Nama Singkil, Sudah Tahu? 

Baca juga: Jalan Lingkar Keude Peusangan Perlu Diperlebar, Begini Kondisinya

Berdasarkan Pasal 66 ayat (1) Undang-Undang Nomor 39 tahun 2007 Tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 tahun 1995 Tentang Cukai, menyebutkan bahwa barang kena cukai (BKC) dan barang lain yang berasal dari pelanggar tidak dikenal dikuasai negara dan berada dibawah pengawasan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Apabila dalam jangka waktu empat belas hari sejak dikuasai negara pelanggarnya tetap tidak diketahui, barang kena cukai dan barang lain tersebut maka ditetapkan sebagai Barang Milik Negara (BMN).

Halaman
12
Penulis: Zubir
Editor: Taufik Hidayat
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved