Luar Negeri
FAKTA Kepala Pengantin Pria Ditempeleng Ibu Kandung Lagi Akad Nikah: Sudah Diperingatkan Sebelumnya
Karena tak mendengarkannya, ia pada akhirnya harus menerima hal pahit ketika sang ibu menempeleng kepalanya di depan para Biksu.
Penulis: Agus Ramadhan | Editor: Amirullah
SERAMBINEWS.COM – Terungkap fakta dibalik kepala pengantin pria ditempeleng oleh ibu kandungnya saat sedang akad nikah.
Ternyata, pengantin pria tersebut telah diperingatkan oleh seorang wanita dan ibu kandungnya.
Karena tak mendengarkannya, ia pada akhirnya harus menerima hal pahit ketika sang ibu menempeleng kepalanya di depan para Biksu.
Pasalnya, ketika para Biksu sedang mendoakan kedua pengantin, secara tiba-tiba sang ibu dan seorang wanita ‘menghancurkan’ akad nikah tersebut.
Sontak, aksi kedua wanita tersebut membuah heboh para tamu yang hadir dan memilih pergi meninggalkan acara setelah mengetahui kebenarannya.
Peristiwa ini membuat kehebohan pada hari Kamis (18/2/021) dan Jumat (19/2/2021) di seluruh Thailand.
Dua wanita yang ‘menghancurkan’ pernikahan itu tak lain adalah ibu kandung dan istri sah pria bernama Saranu Mu Kawe (34).
Baca juga: Pesta Pernikahan Berubah Tragis, Pengantin Wanita Ini Saksikan Para Undangan Tewas Satu per Satu
Baca juga: Sedang Akad Nikah, Kepala Pengantin Pria Ini Ditempeleng oleh Ibu Kandung, Ternyata Ini Alasannya
Saranu merupakan seorang petugas polisi, bekerja di kantor polisi Mueang Chainat, Provinsi Chainat, Thailand.
Sebuah video merekam seorang ibu dan wanita yang terluka dan marah, sehingga menyebabkan kehebohan.
Ibu kandung yang kehilangan kendali di akad pernikahan putranya, memukuli kepala pria itu ketika para biksu dengan istri barunya sedang berdoa.
Saranu diyakini belum bercerai dengan istrinya yang bernama Nipaphan (33).
Ibu kandung pengantin pria itu tahu bahwa menantu perempuan sangat ramah dan mendukung tindakannya.
Mendengar kabar putranya menikah secara diam-diam, ia pergi ke acara akad pernikahan untuk menempeleng putranya.

Berdasarkan rekaman video yang dibagikan secara luas di jejaring sosial, ibu dan istri sah pria itu langsung pergi ke akad pernikahan.
Melihat kedatangan ibu dan istri sahnya, Saranu memandang mereka dengan tatapan tajam.
Pria itu bersikap acuh tak acuh kepada ibu dan istri sahnya.
Namun karena kesal dengan kedatangan mereka, pria itu menyuruh ibu dan istrinya meninggalkan tempat acara.
“Tolong tinggalkan pernikahan ini. Anda bukan tamu,” katanya dengan suara tinggi.
Baca juga: Calon Istri Kabur Jelang Ijab Kabul, Pengantin Pria Akhirnya Nikahi Adik Pengantin Wanita
Baca juga: Rasakan Keanehan di Rumah, Pasutri Ini Segera Periksa CCTV Pukul 3 Pagi, Ada Sosok ‘Hantu Pengantin’
Selanjutnya, Saranu kembali melanjutkan akad nikah dan berpura-pura tidak terjadi apa-apa.
Marah dan kesal atas sikap seorang anak, sang ibu langsung mendatangi anaknya dan menempeleng kepalanya.
Padahal saat itu para Biksu sedang mendoakan pasangan tersebut.
Ibu Saranu tidak hanya memukul kepala anaknya dengan keras, tetapi dia juga menarik dan mendorongnya, menyebabkan para tamu undangan yang hadir terkejut.
Tak berhenti sampai disitu, istri sah pria itu memperlihatkan kepada orang-orang di sekitar akta nikah dirinya dan Saranu.
Telah Menikah Selama 16 Tahun
Saranu dan Nipaphan telah hidup berumah tangga selama 16 tahun.
Mereka disebut telah menikah secara resmi pada tahun 2004 silam, dan dicatat oleh negara.
Dari pernikahan tersebut, mereka memiliki dua orang putri yang berusia 15 tahun dan 5 tahun.
Baca juga: Pengantin Baru di Palembang Tewas Tenggelam di Dalam Mobil, Setelah Terjun ke Sungai
Baca juga: Pengantin Baru Mandi Sauna dan Jalan-jalan Telanjang di Hotel, Ternyata Kaca Pembatas Tembus Padang
Kesehariannya, Saranu yang bekerja sebagai anggota polisi itu pun terlihat romantis dengan Nipaphan.
Ia menjadi seroang ayah yang baik bagi kedua anaknya.
Namun hal itu berubah selama setahun terakhir, ketika Thailand diterpa pandemi Covid-19.
Sudah Diperingatkan Sang Istri
Sebelum akad pernikahan Saranu, ia telah diperingtakan istrinya tentang masalah ini.
Bercerita kepada media, Nipaphan mengatakan bahwa dia telah memperingatkan suaminya untuk berhati-hati agar tidak menikah lagi.
Mendengar kalimat itu, Saranu hanya tertawa dengan mengatakan dia akan menghabiskan malam untuk bertugas di kantor polisi.
“Saya awalnya tidak berpikir bahwa suami saya akan menikah. Sebelum pernikahan, dia masih tinggal di rumah dengan saya dan mengatakan kepada saya bahwa dia akan pergi bekerja shift malam di kantornya,” ungkap Nipaphan, dikutip dari Thaiexaminer.com.
“Saya kemudian berkata kepadanya, ‘Berpikirlah dua kali jika kamu ingin menikah lagi. Tidak apa’,”
“Dia membalas, ‘Siapa yang akan menikah? Aku keluar karena masuk shift malam,” kata Nipaphan.
Baca juga: Pernikahan Pengantin Baru di Tengah Banjir Viral, Mempelai Wanita: Rencana Hancur, Tak Bisa Tidur
Baca juga: Usai Malam Pernikahan, Bagian Tubuh Pria Ini Tak Berfungsi, Pengantin Wanita Gugat Cerai Suaminya
Nipaphan sebenarnya telah diberitahu oleh teman-temannya beberapa minggu yang lalu.
Bahwa suaminya selama setahun belakangan ini telah mengatakan bahwa dia akan menikah dengan seorang petugas polisi wanita.
Polisi wanita itu yang ditempatkan di distrik Mueang di Chai Nat di Thailand tengah.
Dibantu Ibu Mertua
Mendegar suaminya akan menikah lagi, Nipapahan segara melapor kepada ibu mertuanya, yang juga ibu kandung Saranu.
Ia menceritakan permasalahan ini kepada sang ibu, kalau Saranu akan menikah lagi.
Lantas, ibu kandung Saranu terkejut mendengar kabar tersebut.
Ia mengatakan bahwa dirinya tidak diberitahu sama sekali tentang pernikahan anaknya.
Pada hari Kamis (18/2/2021) ibu kandung Saranu bersama menantunya memutuskan pergi ke acara pernikahan putarnya.
Pada saat berlangsungnya akad nikah, Saranu tidak menyangka bahwa Nipapahan akan datang bersama ibu kandungnya.
Baca juga: Bagian Tubuh Pria Ini Tak Berfungsi, Pengantin Wanita Gugat Cerai Suami Usai Malam Pernikahan
Baca juga: Acara Lamaran Berubah Jadi Duka, Pikap Rombongan Calon Pengantin Tabrak Tiang Lampu, 2 Orang Tewas
Nipapahan mulanya duduk bersama ibu mertuanya untuk mengamati prosesi pernikahan itu.
Saranu yang panik dan kesal dengan kedatangan mereka, meminta ibu dan Nipaphan meninggalkan tempat acara.
“Tolong tinggalkan pernikahan ini. Anda bukan tamu,” katanya dengan suara tinggi.
Dengan cepat, Nipapahan menjadi bingung dan terluka karena perkataan suaminya.
Terlepas dari laporan dari teman dan kenalannya, Nipaphan tidak mengira suaminya akan melakukan hal seperti itu.
“Saya pergi ke rumah wanita itu untuk melihat apakah akan ada pesta pernikahan atau tidak. Ketika saya tiba, saya kaget dan sedih. Saya tidak pernah berpikir dia akan menikah,” katanya.
Melihat sikap putaranya yang menikah secara diam-diam, Ibu kandung Saranu kemudian menempeleng kepalanya dan memberikan peringatakan keras.
Kepolisian Beri Teguran
Pada hari Jumat (18/2/2021), Inspektur Kantor Polisi Chai Nat berkomentar tentang akad pernikahan tersebut.
Secara eksplisit, ia menunjukkan ketidaksetujuannya atas pernikahan pasangan selingkuh ini.
Pertama, dia mengatakan penyelidikan atas kontroversi ini sedang berlangsung.
Baca juga: Pengantin Pria Kabur Temui Pacar di Hari Pernikahan, Wanita Ini Terpaksa Dinikahkan dengan Tamu
Baca juga: [Populer] Pesta Pernikahan Berubah Tragis, Pengantin Wanita Saksikan Langsung Tamu Undangan Tewas
Polisi telah meminta kepada Nipaphan untuk melihat dokumen akta pernikahannya dengan Saranu.
Kolonel Polisi Prathorn Harnhatakit menegaskan bahwa ini bukan penyelidikan kriminal.
Namun, Saranu telah melakukan pelanggaran kedisiplinan dan kode etik, sehingga dia akan diambil tindakan hukuman.
Kolonel Prathoe tidak jelas apa hasil dari tindakan disipliner tersebut, tetapi ada kemungkinan petugas polisi tersebut akan dimutasi dari layanan tersebut.
Masalah tersebut akan segera diputuskan oleh pejabat kepolisian.
Ketika ditanya apakah yang dilakukan Saranu itu benar atau salah, Perwira senior tersebut akan menjawab dengan tegas bahwa itu salah.
Saranu Menyesali Perbuatannya
Saranu pada hari Jumat (19/2/2021), dengan sedih mengatakan kepada media bahwa ia menyesali perbutannya.
Ia mengaku telah membuat masalah dengan semua pihak termasuk istri barunya, istri lama dan apa yang bisa menjadi lebih penting, atasannya di Polisi Kerajaan Thailand.
Baca juga: Kebangetan, Pengantin Wanita Ini Minta Tamu Resepsi Makan Sesuai Isi Amplop Sumbangan
Petugas polisi itu menggambarkan dirinya sebagai 'pembuat onar' yang telah menyakiti semua orang yang terlibat.
Ia mengatakan bahwa dia siap memikul tanggung jawab atas apa yang telah dia lakukan.
Dia berkata dia akan mencoba, bagaimanapun, untuk menjadi ayah yang baik bagi kedua putrinya. (Serambinews.com/Agus Ramadhan)
Baca Juga Lainnya:
Baca juga: Pasangan Suami Istri Asal Malang Memiliki 16 Anak: Menikah Saat Belia
Baca juga: Saya Seperti Tinggal di Neraka Warga New York Khawatirkan Kelainan Pola Makan, Dapat Membunuhnya
Baca juga: Awalnya Diajak ke Lapangan, Siswi SMK Dipaksa Tenggak Miras hingga Mabuk Lalu Dirudapaksa Buruh