Breaking News:

Internasional

"Saya Seperti Tinggal di Neraka" Warga New York Khawatirkan Kelainan Pola Makan, Dapat Membunuhnya

Pemberlakuan lockdown hampir setahun lalu di Kota New York telah menyebabkan berubahnya pola makan warga.

Cindy Ord / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / Getty Images via AFP
Seorang pria yang memakai masker berjalan di jalan Kota New York, AS yang tampak sepi dari kendaraan pada Kamis (16/4/2020). 

SERAMBINEWS.COM, NEW YORK - Pemberlakuan lockdown hampir setahun lalu di Kota New York telah menyebabkan berubahnya pola makan warga.

Perhatian utama warga, bukanlah tertular virus Corona, tetapi kelainan pola makan yang telah berlangsung selama puluhan tahun akhirnya bisa menghilangkan nyawa.

Dilansir AP, Rabu (24/2/2021), hal itu seperti diungkapkan oleh salah seorang warga New York Stephanie Parker.

Dia mengira mungkin tidak akan selamat dari pandei virus Corona yang belum juga berakhir.

Parker akan menimbun makanan di apartemennya, tetapi jarang makan.

Baca juga: Arab Saudi Perpanjang Lockdown Selama 20 Hari

Dia akan membersihkan dan hanya membiarkan dirinya makan ketika merasa ruangannya bersih.

Meski begitu, dia akan menemukan alasan untuk menghilangkan kejenuhan dirinya.

"Saya khawatir benda-benda itu tidak cukup bersih untuk dimakan," katanya.

"Piring saya tidak cukup bersih, tangan saya tidak cukup bersih," tambah Parker.

Dia juga melihat pandemi yang memicu perilaku obsesif kompulsif.

Halaman
123
Editor: M Nur Pakar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved