Gegara Terima Transfer Nyasar dan Menggunakan Uangnya, Makelar Mobil Harus Mendekam di Penjara
Seorang pria yang berprofesi sebagai makelar mobil harus mendekam di penjara karena menggunakan uang salah transfer.
Akan tetapi, kliennya saat itu baru bisa mengembalikan dana yang sudah terpakai dengan cara diangsur, sebab saat itu awal pandemi melanda.
"Saat itu dengan tawaran dan permintaan Ardi (diangsur), pelapor tidak mau, mereka minta kes," kata dia.
Baca juga: [Populer] Pesta Pernikahan Berubah Tragis, Pengantin Wanita Saksikan Langsung Tamu Undangan Tewas
Baca juga: Polisi Bebaskan Pemuda Rakit Senjata, Azhar Abdurrahman Jadi Penjamin
Baca juga: Geledah Rumah Anggota DPR Fraksi PDIP Ihsan Yunus, KPK Angkut 2 Koper Barbuk Kasus Korupsi Bansos
Ardi disomasi dua kali
Setelah kedua karyawan itu datang, Ardi keesokan harinya mendapatkan surat somasi dari pihak Bank BCA, dan langsung didatangi oleh bagian hukum BCA ke kediaman Ardi.
Pihak BCA meminta uang itu dikembalikan secara utuh Rp51 juta.
Karena uang tersebut sudah terpakai, Ardi merasa hanya bisa mengembalikannya dengan cara diangsur.
"Kemampuan klien kami saat ini mampunya ya hanya mengangsur. Dan pada saat itu rekening klien saya sudah diblokir sepihak oleh pihak BCA (blokir keluar)," kata dia.
Karena demikian, pada awal April 2020 lalu, Ardi mendapatkan surat somasi kedua dan mendesak agar uang tersebut segera dikembalikan.
Hendrix menuturkan Ardi berusaha untuk meminta keringanan agar bisa dicicil.
Untuk menunjukan iktikad baiknya, Ardi melakukan setor tunai sebanyak Rp 5 juta ke rekening BCA pribadi sehingga ada dana mengendap kurang lebih Rp 10 juta.
Setelah bulan April hingga Agustus, pihak Ardi sudah tidak lagi dikonfirmasi apapun dari pihak BCA.
Akhir Agustus, muncul laporan kepolisian dari pelapor NK yang intinya melaporkan Ardi telah dengan sengaja menggunakan uang yang sudah diketahui salah transfer tersebut.
Berusaha mengembalikan, tetapi ditolak
Ardi terus berusaha untuk bisa mengembalikan uang itu, tepatnya bulan Oktober 2020 lalu.
Saat itu, Ardi mencari uang Rp 51 juta sesuai yang diminta oleh pihak BCA.