Sabtu, 11 April 2026

Warga Bawa Jenazah Kakek 69 Tahun dengan Perahu, Terobos Banjir yang 3 Hari Belum Surut

Jenazah Sukardjo (69) terpaksa dibawa menggunakan perahu karet untuk menerobos banjir, Jumat (26/2/2021).

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS.com/BPBD Kota Semarang
Jenazah kakek 69 tahun dibawa oleh warga menggunakan keranda yang dinaikkan ke perahu karet di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang pada Jumat (26/2/2021). 

SERAMBINEWS.COM - Jenazah Sukardjo (69) terpaksa dibawa menggunakan perahu karet untuk menerobos banjir, Jumat (26/2/2021).

Perlu diketahui sebelumnya, sudah semenjak 3 hari lalu banjir di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Kota Semarang.

Dilaporkan, pada awal Februari lalu kelurahan tersebut sempat dikepung banjir dan air sudah mulai surut.

Namun, sejak hujan deras melanda pada 23 Februari lalu, genangan air di kelurahan tersebut kembali meluap dan hingga kini belum juga surut.

Warga pun rela menerobos genangan air dengan ketinggian sekitar sepinggang orang dewasa membantu membawa keranda jenazah Sukardjo.

Perahu karet itu merupakan pinjaman dari BPBD Kota Semarang.

"Beliau meninggal pukul 00.30 WIB punya riwayat penyakit asma.

Beliau tinggal di warung bersama anak dan istrinya di RT 005 RW 001. Tetapi domisili di RT 001, RW 003," jelas Lurah Trimulyo Katarina Nevy Herawati saat dikonfirmasi, Jumat (26/2/2021).

Jenazah kakek 69 tahun dibawa oleh warga menggunakan keranda yang dinaikkan ke perahu karet di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang pada Jumat (26/2/2021).
Jenazah kakek 69 tahun dibawa oleh warga menggunakan keranda yang dinaikkan ke perahu karet di Kelurahan Trimulyo, Kecamatan Genuk, Semarang pada Jumat (26/2/2021). (KOMPAS.com/BPBD Kota Semarang)

Nevy menjelaskan, warga memutuskan membawa keranda menggunakan perahu karet menuju pemakaman karena akses jalan di wilayahnya terendam banjir.

Puluhan warga menempuh jarak dari pemukiman menuju pemakaman sekitar 1,5 km.

Beruntung, pemakaman yang terletak di Trimulyo Timur tidak tergenang banjir sehingga jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans.

"Ada sekitar 40 warga yang ikut membantu evakuasi.

Kita upayakan koordinasi dengan BPBD untuk bantuan armada perahu karet dan ambulance untuk evakuasi ke makam Trimulyo Timur yang memang tidak terdampak banjir saat ini," ujarnya.

Selain dibantu warga setempat, proses pemakaman juga dibantu petugas BPBD, TNI/Polri dan relawan.

"Pemakaman berlangsung lancar tanpa kendala. Sudah kami makamkan tadi sekitar pukul. 10.00 WIB, selesai pukul 10.30 WIB," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved