Otomotif
Indonesia Akan Terus Membujuk Tesla Bangun Pabrik Mobil Listrik
Pemerintah Indonesia akan terus membujuk CEO Tesla Inc, Elon Musk agar berinvestasi membangun pabrik mobil listrik
Menurut Bahlil, pasang surut dalam tahap negosiasi investasi adalah yang biasa terjadi.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah akan terus mendorong negosiasi dengan Tesla agar bisa membuahkan hasil yang baik bagi Indonesia.
Ia mencontohkan, tarik ulur negosiasi juga sempat terjadi pada investasi LG Energy Solutition Ltd.
Bahkan negosiasi berlangsung dalam kurun waktu lebih dari satu tahun lebih.
Hingga akhirnya LG memutuskan membangun industri baterai kendaraan listrik dengan nilai investasi mencapai 9,8 miliar dollar AS.
Pada kesempatan sama, ia pun optimistis Tesla maupun investasi asing lainnya bakal tertarik menanamkan modalnya di Indonesia.
Lantaran didukung dengan implementasi Undang-Undang Cipta Kerja dan aturan turunannya.
Beleid ini dinilai mendukung iklim investasi dan kemudahan berusaha di Tanah Air.
Baca juga: VIDEO Tesla Segera Produksi SUV Listrik Cybertruck Tahun Ini
Adapun mengenai potensi kendaraan listrik berbasis baterai di dunia, ia meyakinkan akan semakin besar di global.
Pada 2028-2030, disebutkan bahwa hingga 70 persen mobil di Eropa sudah harus bergeser ke sana.
"80 persen dari total bahan baku baterai mobil itu ada di Indonesia," klaimnya.
"Dengan kata lain, Indonesia ke depan akan menjadi negara penghasil baterai terbesar," tutupnya.(*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah Pastikan Negosiasi dengan Tesla Masih Berjalan"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/pabrik-mobil-listrik-tesla-di-nevada.jpg)