Minggu, 12 April 2026

Reseller Yalsa Ngaku Diancam Bacok

Rosmawati, seorang reseller (penjual) Yalsa Boutiqe mengaku sempat diancam bacok oleh member butik muslimah tersebut karena meminta uang

Editor: bakri
SERAMBI/SUBUR DANI
Reseller Yalsa Boutique memberi keterangan dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (27/2/2021). 

BANDA ACEH - Rosmawati, seorang reseller (penjual) Yalsa Boutiqe mengaku sempat diancam bacok oleh member butik muslimah tersebut karena meminta uang mereka kembali. Ancaman itu diterima Rosmawati menyusul terbongkarnya dugaan investasi bodong yang dijalankan oleh Yalsa Boutique. Kasus ini pun sekarang sedang ditangani oleh Dit Reskrimsus Polda Aceh setelah dilapor oleh para membernya, beberapa waktu lalu.   

"Ancamannya bermacam-macam. Saya dilaporkan ke polisi di Medan, dan bahkan saya diancam bacok oleh member yang meminta uang mereka dikembalikan. Tapi, bagaimana saya mau mengembalikan sedangkan tips belum ada, pencairan juga tidak ada," kata Rosmawati didampingi temannya Nur Cahaya, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (27/2/2021).

Nur Cahaya dan Rosmawati tak bisa menahan amarah dan rasa takutnya saat bercerita tentang kasus tersebut. Bahkan, mereka sempat menangis sambil meluapkan emosi saat menjelaskan nasibnya yang harus berurusan dengan polisi karena tersangkut dugaan investasi bodong yang dijalankan Yalsa Boutique.

Polda Aceh sampai kini terus memeriksa owner, admin, hingga reseller Yalsa Boutique. Karena itu, Nur Cahaya dan Rosmawati sebagai reseller di butik tersebut mau tidak mau harus ikut terseret dalam pusaran masalah yang dialami Yalsa Boutique. "Kami sekarang siang malam selalu dicari member, mereka datang ke rumah, menagih uang mereka. Kami takut, member-member kami banyak yang mengancam. Saya sangat trauma, tidur nggak bisa, kerja juga nggak bisa, dicari terus," tambah Nur Cahaya.

Nur Cahaya dan Rosmawati adalah dua reseller yang bergabung dengan Yalsa Boutique sejak setahun lalu. Keduanya bisa disebut reseller unggulan di butik itu karena sudah merekrut member hingga 500 orang dengan total investasi yang dikumpulkan mencapai Rp 2 hingga Rp 3,5 miliar. Gelombang member (anggota) mereka dapatkan menjelang dan usai launching produk Yalsa Boutique pada salah hotel berbintang di Banda Aceh, bulan lalu.

Nahasnya, semua member yang sudah melakukan investasi melalui mereka sejak dua bulan lalu, hingga kini belum menerima keuntungan. Celakannya lagi, modal yang sudah dikeluarkan oleh para member itu sudah diserahkan kepada owner. Hitung-hitung mendapatkan untung, modal para member juga dikhawatirkan tak bisa dikembalikan karena kasus Yalsa Boutique sudah dilaporkan ke Polda Aceh.

Menyusul dilapornya owner Yalsa Boutique ke Polda Aceh, para reseller ini pun mulai resah. Hampir setiap hari setelah kasus itu mencuat ke media sosial dan media massa, para member mulai menguber keduanya (Nur Cahaya dan Rosmawati) selaku reseller. Nur Cahaya misalnya, setiap hari ia dicari member dan bahkan ada member yang mendatangi rumahnya pada pukul 02.00 WIB dinihari.

Nur Cahaya mengaku kelimpungan menghadapi para member yang setiap hari menagih uang mereka yang sudah diinvestasi. Tak tanggung-tanggung, ada member yang menginvestasi uang kepada Yalsa Boitique melalui Nur Cahaya mencapai Rp 100 juta dan paling kecil Rp 2 juta. Nur Cahaya sudah mengumpulkan investasi member hampir Rp 2 miliar dan semua uang tersebut sudah disetor kepada owner Yalsa Boutique. Sedangkan Rosmawati sudah merekrut sekitar 500 member dengan total member yang telah diajak mencapai 550 orang.

Nur Cahaya bercerita, ia pertama bergabung dengan Yalsa pada Januari 2020 dan saat itu ia melakukan investasi sekitar Rp 850 ribu. Tak lama setelah bergabung, ia langsung mendapatkan tips hingga Nur Cahaya tergiur untuk terus melakukan investasi. Apalagi, kemudian ia diberikan kesempatan oleh owner Yalsa Boutique untuk merekrut orang lain dan Nur Cahaya bertindak sebagai reseller.

"Setelah berjalan dan ada hasil, saya ajak keluarga dulu, baru kemudian saya ajak orang lain. Alhamdulillah lancar, kakak saya juga merasakan, dia bilang lagi sama kawannya. Kawannya gitu juga, sudah merasakan ajak lagi orang, sampe bulan satu kemarin," katanya.

Ia mengaku sudah memiliki kurang lebih 500 member yang berasal daru beberapa kabupaten/kota di Aceh, Jakarta, dan bahkan ada satu member dari Malysia. Total uang yang sudh dikumpulkannya dari member mencapat Rp 2 miliar dan uang itu sudah diserahkan kepada owner Yalsa Boutique. "Bulan 1 kemarin omset saya hampir 2 miliar rupiah. Saya serahkan langsung ke Yalsa, saya transfer semua ke si bos (sebutan Nur Cahaya untuk owner Yalsa Boutique)," katanya.

Pada Januari lalu atau menjelang launching produk Yalsa Boutique di Aceh, tambah Nur Cahaya, ia bahkan mampu mengumpulkan investasi dari 200 anggota. Menurutnya, saat launching produk tersebut, banyak sekali masyarakat yang kepincut masuk dalam bisnis Yalsa. "Setoran bulan satu itu jarang yang 2 juta rupiah, tapi rata-rata 8 juta, 10 juta ke atas, dan paling tinggi 100 juta rupiah," timpal Nur Cahaya.

Semua hasil investasi yang ia kumpulkan kemudian diserahkan langsung kepada owner, sementara dia mendapatkan tips sekitar Rp 120 ribu dari satu orang (member) yang menginvestasi paling rendah Rp 2 juta. "Tapi, sejak beberapa bulan lalu, tips itu tidak pernah dicairkan lagi. Sedangkan semua investasi para member sudah diserahkan kepada owner," katanya.

Nur Cahayaberharap, kasus ini ditangani dengan tuntas oleh polisi dan owner segera mengembalikan setoran kepada member. "Saya berharap ini segera dikembalikan, kami benar-benar terancam," pungkasnya.

Selain Nur Cahaya dan Rosmawati, konferensi pers kemarin juga dihadiri oleh beberapa member mereka dan didampingi oleh seorang aktivis perempuan di Aceh, Yulinda. Konferensi pers itu dilakukan reseller karena mereka menganggap selama ini informasi tentang Yalsa Boutique yang tayang di media tidak lengkap. Bahkan, mereka khawatir jika dalam kasus ini reseller akan diarahkan sebagai tersangka.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved