Breaking News:

Reseller Yalsa Ngaku Diancam Bacok

Rosmawati, seorang reseller (penjual) Yalsa Boutiqe mengaku sempat diancam bacok oleh member butik muslimah tersebut karena meminta uang

SERAMBI/SUBUR DANI
Reseller Yalsa Boutique memberi keterangan dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (27/2/2021). 

BANDA ACEH - Rosmawati, seorang reseller (penjual) Yalsa Boutiqe mengaku sempat diancam bacok oleh member butik muslimah tersebut karena meminta uang mereka kembali. Ancaman itu diterima Rosmawati menyusul terbongkarnya dugaan investasi bodong yang dijalankan oleh Yalsa Boutique. Kasus ini pun sekarang sedang ditangani oleh Dit Reskrimsus Polda Aceh setelah dilapor oleh para membernya, beberapa waktu lalu.   

"Ancamannya bermacam-macam. Saya dilaporkan ke polisi di Medan, dan bahkan saya diancam bacok oleh member yang meminta uang mereka dikembalikan. Tapi, bagaimana saya mau mengembalikan sedangkan tips belum ada, pencairan juga tidak ada," kata Rosmawati didampingi temannya Nur Cahaya, dalam konferensi pers di Banda Aceh, Sabtu (27/2/2021).

Nur Cahaya dan Rosmawati tak bisa menahan amarah dan rasa takutnya saat bercerita tentang kasus tersebut. Bahkan, mereka sempat menangis sambil meluapkan emosi saat menjelaskan nasibnya yang harus berurusan dengan polisi karena tersangkut dugaan investasi bodong yang dijalankan Yalsa Boutique.

Polda Aceh sampai kini terus memeriksa owner, admin, hingga reseller Yalsa Boutique. Karena itu, Nur Cahaya dan Rosmawati sebagai reseller di butik tersebut mau tidak mau harus ikut terseret dalam pusaran masalah yang dialami Yalsa Boutique. "Kami sekarang siang malam selalu dicari member, mereka datang ke rumah, menagih uang mereka. Kami takut, member-member kami banyak yang mengancam. Saya sangat trauma, tidur nggak bisa, kerja juga nggak bisa, dicari terus," tambah Nur Cahaya.

Nur Cahaya dan Rosmawati adalah dua reseller yang bergabung dengan Yalsa Boutique sejak setahun lalu. Keduanya bisa disebut reseller unggulan di butik itu karena sudah merekrut member hingga 500 orang dengan total investasi yang dikumpulkan mencapai Rp 2 hingga Rp 3,5 miliar. Gelombang member (anggota) mereka dapatkan menjelang dan usai launching produk Yalsa Boutique pada salah hotel berbintang di Banda Aceh, bulan lalu.

Nahasnya, semua member yang sudah melakukan investasi melalui mereka sejak dua bulan lalu, hingga kini belum menerima keuntungan. Celakannya lagi, modal yang sudah dikeluarkan oleh para member itu sudah diserahkan kepada owner. Hitung-hitung mendapatkan untung, modal para member juga dikhawatirkan tak bisa dikembalikan karena kasus Yalsa Boutique sudah dilaporkan ke Polda Aceh.

Menyusul dilapornya owner Yalsa Boutique ke Polda Aceh, para reseller ini pun mulai resah. Hampir setiap hari setelah kasus itu mencuat ke media sosial dan media massa, para member mulai menguber keduanya (Nur Cahaya dan Rosmawati) selaku reseller. Nur Cahaya misalnya, setiap hari ia dicari member dan bahkan ada member yang mendatangi rumahnya pada pukul 02.00 WIB dinihari.

Nur Cahaya mengaku kelimpungan menghadapi para member yang setiap hari menagih uang mereka yang sudah diinvestasi. Tak tanggung-tanggung, ada member yang menginvestasi uang kepada Yalsa Boitique melalui Nur Cahaya mencapai Rp 100 juta dan paling kecil Rp 2 juta. Nur Cahaya sudah mengumpulkan investasi member hampir Rp 2 miliar dan semua uang tersebut sudah disetor kepada owner Yalsa Boutique. Sedangkan Rosmawati sudah merekrut sekitar 500 member dengan total member yang telah diajak mencapai 550 orang.

Nur Cahaya bercerita, ia pertama bergabung dengan Yalsa pada Januari 2020 dan saat itu ia melakukan investasi sekitar Rp 850 ribu. Tak lama setelah bergabung, ia langsung mendapatkan tips hingga Nur Cahaya tergiur untuk terus melakukan investasi. Apalagi, kemudian ia diberikan kesempatan oleh owner Yalsa Boutique untuk merekrut orang lain dan Nur Cahaya bertindak sebagai reseller.

"Setelah berjalan dan ada hasil, saya ajak keluarga dulu, baru kemudian saya ajak orang lain. Alhamdulillah lancar, kakak saya juga merasakan, dia bilang lagi sama kawannya. Kawannya gitu juga, sudah merasakan ajak lagi orang, sampe bulan satu kemarin," katanya.

Halaman
123
Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved