Breaking News:

Karhutla

Anggota TNI dan Polsek di Abdya Tingkatkan Patroli Karhutla

Personel turun langsung ke lapangan dan memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada masyarakat dengan mendatangi lahan milik warga termasuk lokasi l

SERAMBINEWS/FOR SERAMBINEWS.COM
Personel TNI Koramil 02/Kuala Batee Kodim 0110/Abdya didamping personel Polsek Kuala Batee, Senin (1/3/2021) melakukan patroli dan sosialisasi terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada masyarakat. 

Laporan Rahmat Saputra I Aceh Barat Daya

SERAMBINEWS.COM,BLANGPIDIE - Personel TNI Koramil 02/Kuala Batee Kodim 0110/Abdya didamping personel Polsek Kuala Batee, Senin (1/3/2021) terus meningkatkan patroli dan sosialisasi terkait bahaya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya).

Danramil 02/Kuala Batee Kapten Inf Izhar didampingi Kapolsek Kuala Batee, Ipda M Nasir, mengatakan, patroli sekaligus sosialisasi itu bertujuan untuk mengantisipasi bahaya Karhutla, terlebih saat ini wilayah dan sekitarnya sedang dilanda kemarau.

Personel turun langsung ke lapangan dan memberikan pemahaman serta sosialisasi kepada masyarakat dengan mendatangi lahan milik warga termasuk lokasi lainnya yang dianggap rawan terjadinya Karhutla.

“Hal ini kami lakukan demi meminimalisir adanya pembakaran lahan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujar Kapten Inf Izhar.

Toyota Vios Turun Paling Besar, Sampai Rp 60 Jutaan

Kebakaran Lahan di Lhokseumawe, Api Nyaris Sengat Rumah Warga di Blang Panyang

Menurutnya, kegiatan patroli Karhutla ini sangat perlu dilakukan, mengingat minimnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat terhadap bahaya yang diakibatkan oleh kebakaran hutan, dan upaya itu sebagai suatu wujud kepedulian akan lingkungan serta menjaga kelestarian lingkungan agar tetap aman ancaman Karhutla.

Saat ini wilayah Abdya dan sekitar masih dalam musim kemarau, dimana dapat berpotensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan seperti yang terjadi di kawasan Babahrot belum lama ini.

“Tentu hal tersebut sangat berbahaya bagi kesehatan, sehingga diperlukan kesadaran, kerjasama dari seluruh kalangan masyarakat agar tidak membakar lahan dan hutan. Termasuk bagi masyarakat yang akan membuka lahan perkebunan dengan cara membakar,” katanya.

Hal inilah terus diingatkan, sebutnya, agar tidak ada upaya pembakaran lahan maupun hutan, karena tindakan itu sangat berbahaya. Jika terjadi kebakaran di lahan gambut, lanjutnya, biasanya api cepat merambat, apalagi jika cuaca berangin tentu akan semakin parah dan yang menjadi korban adalah seluruh masyarakat.

“Bagi masyarakat khususnya yang berkebun, dalam membuka lahan agar tidak melakukan pemkabaran, karena bisa menimbulkan Karhutla dan berdampak pada kerusakan lingkungan. Karhutla bisa memusnahkan ekosistem, dan menimbulkan polusi udara,” pungkasnya.(*)

Penulis: Rahmat Saputra
Editor: Ansari Hasyim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved