Berita Aceh Jaya
Atsiri Research Center USK, Bank Indonesia, dan Petani Panen Raya Nilam di Aceh Jaya
masyarakat Ranto Sabon bersama Atsiri Research Centre Universitas Syiah Kuala (ARC USK) untuk melakukan panen raya nilam
Penulis: Yarmen Dinamika | Editor: Muhammad Hadi
Laporan Yarmen Dinamika | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, CALANG - Terik matahari hari Minggu (28/2/2021) tidak menghalangi semangat masyarakat Ranto Sabon bersama Atsiri Research Centre Universitas Syiah Kuala (ARC USK) untuk melakukan panen raya nilam.
Panen raya ini dilaksanakan karena tanaman nilam di Ranto Sabon sedang memasuki masa panen.
Panen raya ini dihadiri oleh perwakilan dari USK, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Aceh, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Gampong (DPMG) Aceh, Camat Sampoiniet, Danramil, keuchik, dan perangkat desa lainnya.
Panen raya itu dimulai dengan pemotongan tanaman nilam secara simbolis, dilanjutkan dengan diskusi dan makan siang bersama.
Kemudian, diteruskan dengan focus group discussion (FGD) tentang pengembangan Ranto Sabon sebagai desa wisata nilam/desa inovasi.
Baca juga: Lagi, ARC Nilam Aceh Menjadi Pusat Riset Terbaik di USK
Pada panen raya kali ini juga dilakukan pembelian minyak nilam yang telah disuling masyarakat Ranto Sabon oleh Koperasi Inovac USK yang bekerja sama dengan Prancis.
Minyak nilam masyarakat dibeli dengan harga Rp 700.000 sampai Rp 750.000 per kilogram sesuai dengan kualitasnya.
"Kita sangat berbahagia, walaupun ada beberapa penyakit nilam yang muncul, tetapi panen nilam kali ini hasilnya sangat memuaskan.
Dengan beberapa intervensi yang kami berikan, tanaman nilam hari ini beratnya sampai 7-8 kg per pohon. Ini 3-4 kali lipat dibandingkan panen biasanya," ujar Prof Rina, salah satu Pengurus ARC USK yang juga pakar penyakit tanaman.
Baca juga: Harga Emas Naik, Berikut Daftar Harga Emas Hari Ini Per Gram, Senin (1/3/2021)
Hasil panen ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa bertani nilam hari ini tidak bisa hanya sekadar bermodalkan praktik bercocok tanam secara turun-temurun. Tetap diperlukan intervensi keilmuan.
"Dengan diberikan berbagai intervensi, baik dari segi kualitas tanah, bibit, perawatan, panen, hingga penyulingan, perekonomian masyarakat sangat berpotensi untuk dapat ditingkatkan," ulas Prof Rina.
Karena itu, lanjutnya, masyarakat diharapkan mau bekerja lebih giat, menerapkan 'good agriculture practices'.
Dan tetap berdoa kepada Allah agar kegiatan bertani nilam di masa mendatang akan membawa kebaikan bagi masyarakat dan alam sekitar.
Sementara itu, Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Prof Dr Taufik Fuadi Abidin yang hadir mewakili Rektor USK mengatakan, USK akan senantiasa memberikan dukungan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan, baik itu penelitian maupun pengabdian agar masyarakat dapat terus berkembang dan mandiri secara ekonomi.
Baca juga: Lirik Nilam dan Sere Wangi, BUMD Sumatra Utara Jalin Kerja Sama Bisnis dengan ARC Unsyiah
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/panen-nilam-di-aceh-jaya.jpg)