Luar Negeri
Para Pastor di Prancis Lecehkan 10.000 Orang, Termasuk Anak di Bawah Umur
Para pastor Katolik di Prancis telah melecehkan setidaknya 10.000 orang, termasuk anak di bawah umur dan orang rentan lainnya.
Pada Mei 2019, Paus Fransiskus mengeluarkan aturan global untuk melaporkan pelecehan seksual di Gereja Katolik.
Paus mengamanatkan untuk pertama kalinya agar semua keuskupan mengatur sistem untuk melaporkan pelecehan dan penyembunyian kebenaran.
Aturan tersebut mengharuskan semua keuskupan Katolik di seluruh dunia untuk memiliki sistem yang dapat diakses oleh publik.
Informasi yang ditutupi hanya diperbolehkan untuk prosedur internal Gereja Katolik, bukan masalah pelaporan pelecehan atau otoritas sipil.
Aturan ini harus diikuti oleh semua keuskupan.
Uskup Agung Charles Scicluna, penyelidik utama pelecehan seksual di Vatikan, mengatakan kepada CNN pada saat itu bahwa aturan baru tersebut menambah lapisan akuntabilitas bagi para pemimpin gereja.
"Pertama-tama, kepemimpinan itu tidak di atas hukum," ujar Scicluna.
"Dan kedua, yang para pemimpin perlu tahu, bahwa jika orang-orang mencintai Gereja, mereka akan mencela kami ketika kami melakukan sesuatu yang salah," imbuhnya.
Kasus Asusila Lainnya
Seorang pastor ditangkap dengan tuduhan berhubungan intim bersama dua wanita di altar gereja.
Aksi tersebut sengaja direkam menggunakan ponsel dan kamera oleh pemeran perempuan.
Dilansir surat kabar setempat, Nola.com, peristiwa terjadi pada 30 September 2020 lalu.
Pada 30 September 2020 sebelum pukul 11 malam waktu setempat, seorang saksi berjalan melewati Gereja Katolik Roma Saints Peter and Paul, Pearl River, New Orleans, AS.
Saksi yang tak disebutkan namanya itu mengatakan, lampu gereja tampak menyala, tak seperti biasanya.
Lantas, dia melihat ke dalam melalui jendela dan pintu kaca.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-pencabulan.jpg)