Sembilan Rumah di Silih Nara Terbakar
Sembilan rumah di Kampung Semelit Mutiara, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Selasa (2/3/2021) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB
TAKENGON - Sembilan rumah di Kampung Semelit Mutiara, Kecamatan Silih Nara, Aceh Tengah, Selasa (2/3/2021) dini hari sekitar pukul 02.15 WIB, terbakar. Selain itu, tiga rumah lain rusak terkena imbas musibah tersebut. Saat kejadian, pemilik rumah maupun warga lain sedang tertidur lelap, sehingga kebakaran baru diketahui ketika api sudah membesar.
Dampaknya, puluhan jiwa kehilangan tempat tinggal. Meski tidak ada korban jiwa, namun sebagian besar harta benda milik korban tidak bisa diselamatkan, termasuk surat-surat penting seperti izajah serta dokumen kependudukan.
Sembilan rumah yang terbakar masing-masing milik Jannati, Said Yunus, Imail, Jeminah, Buhari Muslim, Usman, Hermansyah, Suwardi, dan Maskur. Sedangkan tiga rumah yang rusak merupakan milik Ardasnya, Salihin dan M Nasir.
Camat Silih Nara, Darmawi, kepada Serambi, kemarin, menyebutkan, kebakaran tersebut diduga akibat arus pendek listrik. Menurutnya, lokasi kebakaran merupakan daerah padat penduduk sehingga api cepat menjalar dan melahap rumah-rumah tersebut. Camat juga mengungkapkan, sebagian besar harta milik korban tak berhasil diselamatkan lantaran kebakaran terjadi pada tengah malam.
Meski begitu, sebut Darmawi, penanganan kebakaran dilakukan secara cepat setelah sejumlah mobil pemadam dari Pos Angkup dan Pos Induk Kota Takengon dikerahkan ke lokasi. “Sekitar pukul 4 pagi, api sudah berhasil dipadamkan,” terangnya.
Setelah kejadian tersebut, tambah Camat, Pemkab Aceh Tengah langsung mendirikan tenda darurat dan dapur umum untuk membantu korban. Bantuan logistik juga sudah diserahkan oleh dinas terkait kepada mereka.
“Sejauh ini belum ada korban kebakaran yang tinggal di tenda. Rata-rata mereka ditampung di rumah tetangga atau keluarganya. Untuk bantuan masa panik, tadi (kemarin-red) sudah diserahkan oleh Bupati Aceh Tengah,” pungkasnya.
Langsung diganti
Bupati Aceh Tengah, Shabela Abubakar, siang kemarin, mengunjungi lokasi kebakaran tersebut. Pada kesempatan itu, Bupati menyerahkan dokumen kependudukan untuk korban. Dokumen kependudukan yang dikeluarkan oleh Disdukcapil Aceh Tengah, itu sebagai pengganti dokumen rusak atau hangus terbakar.
"Dokumen kependudukan ini perlu segera dimiliki kembali oleh warga. Tapi, karena warga baru tertimpa musibah, sehingga dokumen itu agar dipegang dulu oleh reje atau aparat kampung," ungkap Shabela Abubakar.
Dokumen itu diserahkan Bupati setelah ia menyampaikan ucapan belasungkawa dan menyalurkan bantuan masa tanggap darurat kepada korban yang dikoordinir Kadis Sosial Aceh Tengah, Aulia Putra, dan Kepala BPBD, Ishak.
Setelah musibah tersebut, Disdukcapil Aceh Tengah langsung berkoordinasi dengan para pihak untuk menghimpun informasi terkait dokumen kependudukan yang hilang atau rusak akibat kebakaran.
"Setelah berkoordinasi dengan Camat dan Reje, kami langsung memproses dokumen kependudukan pengganti, dan Alhamdulillah dapat diserahkan langsung oleh Bapak Bupati," kata Kadis Dukcapil Aceh Tengah, Mustafa Kamal, yang turut mendampingi Bupati Aceh Tengah ketika meninjau lokasi kebakaran.
Dokumen yang diserahkan itu berupa kartu keluarga (KK) dan akte kelahiran. Sementara kartu tanda penduduk (KTP) masih didata. Sedangkan dokumen lain yang luput saat pendataan awal akan diserahkan kemudian.
Rumah janda
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/rumah-warga-di-desa-batu-batu-kecamatan-teupah-tengah-kabupaten-simeulue-terbakar.jpg)