Breaking News:

Berita Pidie

Usai Enam Hari Disegel, Kini Kantor Keuchik Gampong Jimjiem, Keumala Kembali Dibuka

"Selasa (2/3/2021) malam, kantor keuchik telah dibuka. Kami muspika telah memanggil kedua belah pihak, untuk mengakhiri masalah itu," kata Camat...

For Serambinews.com
Penyegelan Kantor Keuchik Gampong Jimjiem, Kecamatan Keumala, Pidie, Selasa (2/3/2021) malam, dibuka. 

"Selasa (2/3/2021) malam, kantor keuchik telah dibuka. Kami muspika telah memanggil kedua belah pihak, untuk mengakhiri masalah itu," kata Camat Keumala, Fakhruddin SSos, kepada Serambinews.com, Rabu (3/3/2021).

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Konflik warga dengan keuchik yang berakhir dengan penolakan rapat pertanggung jawaban (LPJ) tahun 2020 di meunasah di Gampong Jimjiem, Kecamatan Keumala, Pidie, Sabtu (27/2/2021) malam.

Kemarahan warga pascapemaparan LPJ yang dilakukan keuchik bersama bendahara, akhirnya berujung kantor keuchik menjadi sasaran penyegelan. 

Aksi penyegelan kantor keuchik, telah dilakukan warga sejak tanggal 25 Februari 2021.

Tapi, kini penyegelan kantor keuchik sudah dibuka setelah dilakukan mediasi oleh camat.

"Selasa (2/3/2021) malam, kantor keuchik telah dibuka. Kami muspika telah memanggil kedua belah pihak, untuk mengakhiri masalah itu," kata Camat Keumala, Fakhruddin SSos, kepada Serambinews.com, Rabu (3/3/2021).

Ia menyebutkan, dalam melakukan mediasi, Muspika Kecamatan Keumala telah memanggil warga maupun perangkat gampong seperti keuchik, tuha peut, tuha lapan, dan unsur gampong lainnya.

Baca juga: Kakek 65 Tahun Cabuli 6 Anak Perempuan, Modus Bermain Bersama

Pemanggilan itu dilakukan secara terpisah, untuk diberikan pemahaman kepada warga, yang menuntut keuchik mundur dari jabatan.

Begitu juga, keuchik yang dituding warga tidak melakukan musyawarah setiap membuat kegiatan di gampong menggunakan APBG.

"Kita telah jelaskan kepada warga, keuchik mundur dari jabatan ketika adanya kesalahan yang secara aturan harus mengundurkan diri.  Namun, jika tidak adanya kesalahan, maka secara aturan keuchik tidak boleh mundur. Kecuali, keuchik mundur atas inisiatif sendiri karena sakit," jelasnya. 

Ia menambahkan, dirinya juga menekan kepada keuchik untuk lebih transparan dalam pengelolaan APBG dan putusan harus diambil melalui musyawarah.

"Kechik memang mengakui, bahwa pada rapat pertama sering dilibatkan masyarakat dalam menyusun RAPBG. Tapi, pada rapat berikutnya keuchik hanya berembuk dengan tuha peut," jelasnya.

Menurutnya, setelah semua pihak yang terlibat dipanggil, akhirnya disepakati kantor penyegelan kantor keuchik dibuka.

Sebab, kantor pemerintahan desa tidak boleh disegel demi berjalannya pemerintahan desa. (*)

Baca juga: Keuchik yang Laporkan Kasus Sebar Video Berdurasi 35 Detik di Facebook, Ternyata Pernah Dipolisikan

Penulis: Muhammad Nazar
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved