Rabu, 15 April 2026

Berita Nagan Raya

1.300 Penerima BPNT di Nagan Raya Mundur, Ternyata Ini Alasannya

"Ada sekitar 1.300 penerima BPNT yang mundur. Ini besar kemungkinan, karena tim Dinsos dalam beberapa bulan lalu gencar memasangkan stiker ke rumah...

Penulis: Rizwan | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/RIZWAN
Kadis Sosial Nagan Raya, Bustami. 

"Ada sekitar 1.300 penerima BPNT yang mundur. Ini besar kemungkinan, karena tim Dinsos dalam beberapa bulan lalu gencar memasangkan stiker ke rumah-rumah penerima BPNT/PKH,” katanya.

Laporan Rizwan | Nagan Raya

SERAMBINEWS.COM, SUKA MAKMUE -  Dinas Sosial (Dinsos) Nagan Raya mengakui, bahwa sekitar 1.300 penerima Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau paket sembako di kabupaten itu dilaporkan telah memilih mengundurkan diri. 

Mereka mundur karena telah menjadi orang mampu, setelah sebelumnya mereka masuk dalam daftar keluarga miskin (prasejahtera).

Hal itu dikatakan Kadis Sosial Nagan Raya, Bustami kepada Serambinews.com, Senin (8/3/2021). 

"Ada sekitar 1.300 penerima BPNT yang mundur. Ini besar kemungkinan, karena tim Dinsos dalam beberapa bulan lalu gencar memasangkan stiker ke rumah-rumah penerima BPNT/PKH,” katanya.

Menurutnya, Pemkab memasangkan stiker ke rumah penerima BPNT/PKH. 

Namun sejumlah penerima memilih mundur, dengan alasan telah menjadi keluarga mampu.

Baca juga: Pemkab Aceh Utara Sikapi Aksi Keuchik Tolak Perbup dan Kembalikan Stempel, Ini Penjelasan Asisten I

Pemasangan stiker dilakukan akhir tahun 2020 silam sekitar 6.000 rumah lebih. 

“Kami juga sedang usulkan adanya pemasangan stiker lanjutan pada rumah lain, dari target sekitar 13.000 lebih rumah keluarga prasejahtera di Nagan Raya,” katanya.

Verifikasi data

Kadis Sosial Nagan Raya mengatakan, jumlah penerima BPNT di Nagan Raya tercatat sekitar 13.000 lebih. 

Namun ada sekitar 6.000 keluarga mereka harus diverifikasi ulang, karena sejumlah penyebab.

Verifikasi dilakukan setelah diterima surat dari pemerintah pusat. dengan alasan bahwa ada yang ganda nama, ada yang sudah meninggal dunia, dan pindah. 

Data tersebut, merupakan data dari pusat yang dikirim ke provinsi dan kabupaten/kota.

Menurutnya, verifikasi data tersebut sehingga penerima benar-benar yang berhak serta tidak ada yang ganda atau nama yang telah meninggal dunia.

“Tim Dinsos masih melakukan verikasi data itu,” kata Bustami. (*)

Baca juga: Wanita Mesir Sampaikan Citra Negaranya ke Benua Afrika, Gaungkan Afrika Bahagia

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved