Breaking News:

Berita Aceh Utara

Rudapaksa ABG, Seorang Duda di Aceh Utara Ditangkap Polisi

Pria berinisial I tersebut, diduga merudapaksa seorang anak baru gede (ABG) di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, yang termasuk kerabatnya. 

Foto: Dok Polres Aceh Utara
Penyidik PPA Reskrim Polres Aceh Utara memeriksa seorang duda yang diduga merudapaksa seorang ABG. 

Pria berinisial I tersebut, diduga merudapaksa seorang anak baru gede (ABG) di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, yang termasuk kerabatnya. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON – Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reskrim Polres Aceh Utara, berhasil meringkus seorang duda di Aceh Utara yang terlibat dalam kasus rudapaksa. 

Pria berinisial I tersebut, diduga merudapaksa seorang anak baru gede (ABG) di Kecamatan Cot Girek, Aceh Utara, yang termasuk kerabatnya. 

Informasi yang diperoleh Serambinews.com, menyebutkan, pelaku melakukan hal itu setelah menjemput korban di asrama sekolahnya, dengan alasan menjenguk neneknya yang sedang sakit.

Kejadian rudapaksa terjadi, saat korban menginap dan sedang tidur di rumah neneknya. 

"Pelaku ini merupakan adik dari nenek korban, bisa dibilang korban ialah cucu pelaku sendiri," ujar Kapolres Aceh Utara AKBP Tri Hadiyanto melalui Kasat Reskrim AKP Fauzi SE, kepada Serambinews.com,Kamis (11/3/2021).

Disebutkan, kasus pemerkosaan tersebut dilaporkan ayah korban ke Polres Aceh Utara pada 9 Februari 2021.

Baca juga: Prihatin Pasien Dirujuk ke RSUZA Pakai Boat Nelayan, Anggota DPRK Ini Minta Ambulans Laut Dipercepat

Dalam laporannya disebutkan, kejadian rudapaksa terjadi dua kali yakni, pada 20 dan 22 Januari 2021 dini hari.

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, kata Kasat Reskrimunit Resmob Satuan Reskrim Polres Aceh Utara melakukan penyelidikan tentang keberadaan tersangka. 

Setelah memastikan keberadaan tersangka, polisi pada 6 Maret berhasil menciduk pelaku di kawasan Peunaron, Kabupaten Aceh Timur.

"Sejak kejadian tersebut dilaporkan, pelaku menghilang dan berpindah-pindah tempat tinggal, hingga akhirnya berhasil ditangkap di Aceh Timur," ujar AKP Fauzi.

Atas perbuatannya, penyidik menjerat pelaku dengan perkara jarimah dan Pelecehan Seksual Terhadap Anak.

Sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 Juncto Pasal 47 Qanun Aceh Nomor 6 tahun 2014, tentang hukum jinayat dengan ancaman 200 bulan kurungan. (*)

Baca juga: Israel Ingin Menghancurkan Masjid Al-Aqsa? Berikut Pengakuan Orang Yahudi

Penulis: Jafaruddin
Editor: Nurul Hayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved