Breaking News:

Internasional

UEA Kucurkan Investasi Rp 144 Triliun ke Israel, Dari Energi Sampai Luar Angkasa

Uni Emirat Arab (UEA) mengucurkan 10 miliar dolar AS untuk diinvestasikan di sektor-sektor strategis di Israel

Editor: M Nur Pakar
Supplied
Pembangkit listrik tenaga nuklir Barakah di UEA 

SERAMBINEWS.COM, DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) mengucurkan 10 miliar dolar AS atau sekitar Rp 144 triliun untuk diinvestasikan di sektor-sektor strategis Israel

Kantor berita negara WAM, Kamis (11/3/2021) melaporkan investasi itu setelah adanya komunikasi antara kedua belah pihak.

Pengumuman itu datang setelah panggilan telepon konstruktif" antara Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Mohammed bin Zayed dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Baca juga: Bentrok dengan Turki, Siprus Gandeng Israel Selesaikan Sengketa Migas Laut Mediterania Timur

UEA dan Israel menandatangani perjanjian perdamaian yang ditengahi AS pada September 2020, hubungan resmi antara kedua negara.

"Melalui dana ini, UEA akan berinvestasi di Israel dalam sektor strategis yang mencakup energi, manufaktur, air, ruang angkasa, perawatan kesehatan, teknologi pertanian, dan lainnya," kata WAM.

Dana tersebut akan difokuskan pada inisiatif pembangunan dan peningkatan kerjasama ekonomi antara kedua negara, dan akan didanai oleh pemerintah dan lembaga sektor swasta.

Baca juga: Israel Tawarkan Diri pada Turki untuk Kerjasama Terkait Pipa Gas Alam Mediterania Timur

"Langkah ini untuk memperkuat hubungan ekonomi antara dua ekonomi regional yang sedang berkembang pesat," jelas pernyataan itu.

"Akan membuka jalan bagi investasi, dan menciptakan peluang kemitraan untuk meningkatkan pertumbuhan sosial dan ekonomi di kedua negara dan kawasan," tambah pernyataan itu.

Sejak penandatanganan Abraham Accords, kedua negara telah membentuk misi diplomatik, meluncurkan penerbangan langsung, dan melakukan beberapa kunjungan dagang.

“Inisiatif ini merupakan salah satu hasil dari perjanjian damai dan mewujudkan semangat persahabatan dan kerja sama kedua negara," tambahnya.

"Selain kemauan bersama untuk memajukan kawasan dan memberikan model perdamaian dengan meningkatkan taraf hidup masyarakat masyarakat. wilayah, "kata pernyataan itu.

Netanyahu membatalkan perjalanan kedua yang direncanakan ke UEA pada Kamis (11/3/2021).

Dengan alasan ketidaksepakatan dengan Jordania.

Baca juga: VIDEO Polisi Israel Menahan Lima Anak Palestina Pencari Barang Bekas

Kunjungan sebelumnya pada Februari 2021 dibatalkan karena kekhawatiran pandemi virus Corona.

UEA adalah negara Arab ketiga yang menormalisasi hubungan dengan negara Yahudi setelah Mesir dan Jordania.

Bahrain, Maroko dan Sudan kemudian mengikuti dan juga menandatangani Abraham Accords.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved