Kamis, 4 Juni 2026

Barita Banda Aceh

Warga Dukung Wali Kota Banda Aceh untuk Pelestarian Situs Sejarah

Warga Kota Banda Aceh terus mendukung Wali Kota Aminullah Usman atas kebijakan dan komitmen yang melestarikan situs sejarah dan cagar budaya...

Tayang:
Penulis: Jalimin | Editor: Jalimin
FOTO - HUMAS PEMKO BANDA ACEH
Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman berinteraksi dengan warga pada acara Wali Kota Menjawab dengan tema “Program Banda Aceh Melestarikan Sejarah”, di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Senin (15/3/2021). 

Laporan Jalimin | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Warga Kota Banda Aceh terus mendukung Wali Kota Aminullah Usman atas kebijakan dan komitmen yang melestarikan situs sejarah dan cagar budaya yang ada di “Kota Gemilang”.

Hal itu mengemuka saat Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman berinteraksi dengan warga pada acara Wali Kota Menjawab dengan tema “Program Banda Aceh Melestarikan Sejarah”, di Pendopo Wali Kota Banda Aceh, Senin (15/3/2021).

Dalam program yang disiarkan oleh 10 radio ternama tersebut, sebagian warga yang berinteraksi lewat telepon dengan orang nomor satu di Banda Aceh tersebut juga mendukung lanjutan pembangunan proyek Instalansi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) di Gampong Pande.

Dedi warga Kuta Alam salah seorang penelepon mendukung pembangunan IPAL dan meminta wali kota untuk melakukan kajian penelitian dan pembuktian secara ilmiah tentang situs kerajaan yang ada di Gampong Pande dan mempublikasinya kepada masyarakat.

” Kami sebagai warga juga ingin mengetahui situs apa saja yang ada di Gampong Pande, kita tidak ingin hanya mendengar opini-opini sepihak saja dengan pemberitaan di media sosial yang belum tentu kebenarannya,” sebutnya.

Dalam acara yang dipandu host teranyar Dian Rahmat, Wali Kota Banda Aceh menyampaikan komitmen untuk terus melestarikan situs sejarah dan cagar budaya yang ada di Kota Banda Aceh.

“Kita telah meminta pihak Bappeda dan dinas terkait lainya untuk mempersiapkan program pengembangan dan pelestarian situs sejarah dan cagar budaya. Mulai tahun ini kita lakukan invetaris, dan 2022 Banda Aceh programkan pelestarian situs sejarah.” ungkapnya.

Wali Kota Aminullah juga menjelaskan pembangunan IPAL sudah dilakukan sejak 2015 dan pelaksanaannya 2016 sebelum dirinya menjabat wali kota, dan mungkin sudah ada kajian sebelumnya.

“Dalam hal ini kita hanya melanjutkan saja proyek ini, dengan sudah melakukan survey yang melibatkan semua elemen dari pemerintahan, para warga, Tim Arkeologi, TACB (Tim Ahli Cagar Budaya), BPCB (Badan Pelestarian Cagar Budaya) Aceh,” katanya.

Hadir dalam acara tersebut Wakil Ketua DPRK Usman, Arkeolog Aceh dari Universitas Syiah Kuala, Dr Husaini Ibrahim MA, Kepala Bappeda Weri, Kadis Pariwisata Iskandar, Kadis Pendidikan Sahminan dan Kabag Prokopim Said Fauzan.(*)

Baca juga: Harga Vespa 946 Turun Berlipat-lipat, dari Seratusan Juta Jadi Rp 6 Jutaan, Pabrikan China Jagonya

Baca juga: Fokus Usaha Kue, Ibu Muda Ini Tetap Bertahan di Tengah Covid-19, Omzet Satu Bulan Capai Rp 60 Juta

Baca juga: Camat Baiturrahman Lantik Penjabat Keuchik Ateuk Munjeng, Ini Penekanan Tugas yang Harus Dijalankan

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved