Internasional
Joe Biden Prioritaskan Perdamaian di Yaman, Kutuk Serangan Milisi Houthi ke Arab Saudi
Presiden AS Joe Biden memprioritaskan perdamaian di Yaman, sekaligus mengakhiri krisis kemanusiaan terburuk di Dunia.
SERAMBINEWS.COM, WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden memprioritaskan perdamaian di Yaman, sekaligus mengakhiri krisis kemanusiaan terburuk di Dunia.
Pemerintah AS mengutuk keras serangan terbaru terhadap sasaran sipil di Arab Saudi oleh milisi Houthi di Yaman.
"Kami mengutuk keras semua serangan pesawat tak berawak dan rudal Houthi yang mengerikan ke Arab Saudi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price.
“Kami sangat prihatin dengan frekuensi serangan ini, termasuk di Arab Saudi," ujarnya.
"Kami menyerukan semua pihak untuk secara serius berkomitmen pada gencatan senjata dan terlibat dalam negosiasi di bawah naungan PBB bersama dengan Utusan Khusus AS (untuk Yaman) Tim Lenderking," harapnya.
Baca juga: Tentara Nasional Yaman Potong Rute Pasokan Senjata Milisi Houthi
Houthi yang didukung Iran menembakkan dua rudal balistik ke kota Khamis Mushait pada Senin (15/3/2021) malam.
Price mendesak Houthi untuk datang ke meja dan berkomitmen untuk perdamaian dan diplomasi di kawasan.
Tetapi serangan seperti yang terjadi pada Senin (15/3/2021) bukanlah tindakan kelompok yang mengatakan mereka menginginkan perdamaian.
Dia mengatakan bahwa Presiden Joe Biden telah menjadikan mengakhiri konflik di Yaman sebagai salah satu prioritas kebijakan luar negeri pertamanya.
Hal ini tercermin dengan penunjukann TIm Lenderking, yang bekerja untuk tujuan itu dengan mitranya di PBB, Martin Griffiths.
Baca juga: PBB Salahkan Milisi Houthi Atas Pembantaian Migran Afrika, Kamp Pengungsi Sengajar Dibakar
"Kami sekarang memiliki rencana yang sehat dan adil untuk gencatan senjata nasional dengan elemen-elemen yang akan segera mengatasi situasi kemanusiaan Yaman yang mengerikan," kata Price.
“Dan rencana itu sudah ada di hadapan kepemimpinan Houthi selama berhari-hari," ungkapnya.
"Amerika Serikat sedang membangun kerangka kerja PBB dan memperkuatnya melalui keterlibatan diplomatik kami sendiri dan dukungan regional yang diperluas," tambahnya.
"Kami… menyerukan kepada Houthi untuk memanfaatkan momen ini dan datang ke meja perundingan, untuk berdiplomasi,” ujarnya.
Baca juga: Jepang Desak Houthi Akhiri Perang Berkepanjangan di Yaman, Kutuk Serangan ke Kilang Minyak Aramco
Biden menunjuk Lenderking, seorang diplomat lama Departemen Luar Negeri, sebagai utusannya untuk Yaman pada 4 Februari 2021.
Griffiths, seorang diplomat Inggris, telah menjadi utusan PBB untuk negara tersebut sejak Februari 2018.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/2501presiden-as-joe-biden.jpg)