Breaking News:

Info Politik

Pony Tail Effect yang Lebih Kuat dari Coattail Effect dalam Pertemuan Airlangga-Prabowo

Pertemuan Ketum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketum Gerindra Prabowo Subianto, Sabtu (13/32021), di Hambalang, masih hangat dibicarakan

FOR SERAMBINEWS.COM
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bertemu di Hambalang, Bogor, pada Sabtu (13/3/2021) 

Efek ekor kuda dari pertemuan kedua tokoh ini bahkan lebih kuat dari drum band Partai Gerindra sekalipun.

Dalam coattail effect hasil yang didapat hanya oleh suatu pihak dengan cara melibatkan tokoh penting, langsung maupun tidak langsung dari pertemuan itu.

Namun Ponytail effect dari pertemuan itu terasa lebih kuat dan menjadikan kedua tokoh yang bertemu sebagai bahan perbincangan di jagad politik Indonesia.

Publik dari yang awam hingga para pengamat politik kini bertanya-tanya apakah kedua tokoh akan berkoalisi atau hanya sekedar pertemuan rutin para pembantu presiden.

Baca juga: Upaya Meningkatkan Ekspor Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional Tahun 2021

“Pertemuan ini menarik karena pertemuan dua tokoh yang mempunyai chemistry yang sudah terbangun sejak awal. Apalagi Prabowo sempat tumbuh dan besar di Golkar. Ini jadi silaturahmi politik plus-plus yang sangat menarik,” kata Adi Prayitno, Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dalam melihat pertemuan itu.

Dari orang-orang dekat di sekitar kedua pemimpin pertemuan itu membicarakan banyak hal. Utamanya membicarakan tentang perekonomian seperti pembangunan food estate yang ditugaskan oleh Presiden Joko Widodo ke Menhan Prabowo.

Begitu pula dengan rencana Indonesia yang mengajukan diri sebagai calon tuan rumah Olimpiade 2032. Ketum PB IPSI, Prabowo dan Ketum PBWI Airlangga tengah menyamakan persepsi tentang olahraga bela diri yang bisa saja masuk jadi cabang yang dimainkan di Olimpiade.

Baca juga: Dua Strategi Utama Pemerintah Mencegah Penularan Covid-19 dan Meningkatkan Aktivitas Ekonomi

“Namun yang paling menarik dari pertemuan ini dikaitkan dengan potensi dari Airlangga yang diproyeksikan oleh Golkar maju di Pilpres 2024. Ini adalah bagian dari silaturahmi dan strategi jalan panjang menuju 2024 bagi Airlangga,” ungkap Adi Prayitno.

Sebaliknya, yang menjadi perbincangan penuh tanda tanya adalah kemungkinan kedua tokoh bersatu dalam Pilpres 2024. Ini mungkin salah satu ponytail utama dalam pertemuan itu.

Selalu menarik untuk diperbincangkan apakah Golkar dan Gerindra bakal mengusung kekuatan bersama pada 2024 nanti.

Halaman
123
Editor: Muhammad Hadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved