Selasa, 14 April 2026

Berita Aceh Singkil

Teri Karang Pulau Banyak, dari Oleh-oleh Hingga Penuhi Pasar Pulau Sumatera

Teri karang sebesar pangkal lidi tersebut diolah warga lokal menjadi oleh-oleh khas Pulau Banyak. Dengan dijadikan peyek awu awu

Penulis: Dede Rosadi | Editor: Muhammad Hadi
SERAMBINEWS.COM/DEDE ROSADI
Proses perebusan awu awu atau teri karang di Pulau Baguk, Kecamatan Pulau Banyak, Aceh Singkil, sebelum dijual memenuhi permintaan pasar di Pulau Sumatera, Selasa (16/3/2021) 

Laporan Dede Rosadi I Aceh Singkil

SERAMBINEWS.COM, SINGKIL - Pulau Banyak, Kabupaten Aceh Singkil, sedang mendunia dengan rencana masuknya investasi bernilai ratusan juta dollar Amerika Serikat dari perusahaan asal Uni Emirat Arab (UEA) pada sektor pariwisata.

Juga tidak hanya dikenal karena gugusan pulau-pulau eksotik yang tak berbilang sesuai namanya Pulau Banyak.

Lebih dari itu, pulau-pulau kecil di batas Samudra Hindia memiliki harta karun yang tersimpan dalam laut. Berupa aneka jenis ikan mulai dari yang besar hingga berukuran mini.

Ikan berukuran mini yang terkenal dari Kecamatan Pulau Banyak adalah teri Karang. Warga lokal menyebutnya awu awu. 

Baca juga: Buka Musrenbang di Pulau Banyak, Bupati Aceh Singkil Beberkan Rencana Investasi UEA

Teri karang sebesar pangkal lidi tersebut diolah warga lokal menjadi oleh-oleh khas Pulau Banyak. Dengan dijadikan peyek awu awu.

Selain menjadi oleh-oleh awu awu asal Pulau Banyak, ternyata selama ini dikirim penuhi selera pasar di Pulau Sumatera. 

Sebelum dikirim teri basah atau awu awu dicampur garam. Kemudian direbus dan dijemur 4 sampai 5 jam sesuai kondisi panas matahari.

Selanjutnya dikemas dalam karton. Awu awu pun siap dikirim ke pemesan di luar daerah. 

Baca juga: Inilah Daftar Pemenang All England 2020, Praveen/Melati Punya Kans Pertahankan Gelar Tahun Ini

Juragan awu awu yang cukup terkenal di Pulau Banyak adalah Kepala Desa Pulau Baguk Hardi. Ia menggunakan bagian belakang rumahnya untuk mengolah awu awu. 

Saat ditemui, Selasa (16/3/2021) pagi, Hardi masih turun tangan membantu pekerjanya merebus awu awu sebelum menjalankan rutinitas sebagai kepala desa. 

Pekerjaan pagi hari itu cukup ekstra, sebab awu awu yang direbus bercampur dengan ikan jabung. Sambil dijemur karyawan sang kepala desa harus pisahkan jabung dengan awu awu. 

"Ada jabungnya, agak lumayan ekstara kerja," kata Hardi. 

Baca juga: Ini Syarat dan Cara Pembuatan SKCK Online di Polsek dan Polres

Menurutnya satu kilogram awu awu kering dijual Rp 55 ribu. Pengiriman dilakukan ke Sibolga, Sumatera Utara. 

Selanjutnya disebar ke daerah lain sesuai permintaan. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved